Berita

Foto: RMOL Jabar

Nusantara

Warga Cirebon Protes Tindakan Represif Aparat Dalam Aksi 21-22 Mei

MINGGU, 26 MEI 2019 | 09:23 WIB | LAPORAN:

Puluhan mahasiswa, pegiat hukum, sosial dan lingkungan berbagai elemen yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Demokrasi dan Kemanusiaan menggelar aksi solidaritas di depan kampus Universitas Gunung Jati, Sabtu malam (25/5) malam.

Mereka memprotes tindakan represif aparat dalam aksi 21-22 Mei lalu sehingga berujung korban jiwa dan luka-luka.

Aksi sempat diwarnai pembakaran ban.


"Dalam iklim negara Indonesia yang menganut sistem demokrasi, kebebasan berpendapat, berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pikiran dengan lisan ataupun tulisan telah dijamin dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945.
Penyampaian pendapat di muka umum merupakan suatu hak bagi tiap-tiap individu yang harus dijunjung tinggi kehormatannya. Mengemukakan pendapat yang berbeda merupakan suatu hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi," kata Jurubicara aksi, Ginanjar di Jalan Pemuda, Kota Cirebon.

Dia menilai, tindakan represif aparat sangat mencederai nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan.

"Kami berharap negara melalui kebijakannya, serta aparat dapat bersikap lebih humanis kepada masyarakatnya," ujar Ginanjar seperti dimuat RMOL Jabar (RMOL Network).

Ia juga menyinggung kebijakan pemerintah yang menutup akses fitur di media sosial tertentu.

Ginanjar menegaskan, setiap warga negara berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungannya,

"Serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi seperti yang terkandung dalam Pasal 28F UUD 1945," lantangnya. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya