Berita

Foto: Net

Politik

Alasan PT Arsari Pratama Sumbang Ambulans Ke Gerindra

JUMAT, 24 MEI 2019 | 17:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Mobil ambulans yang berlogo Partai Gerindra yang disita jajaran penyidik Polda Metro Jaya terkait aksi 21-22 Mei, turut menyeret salah satu perusahaan milik putra Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, Aryo Djojohadikusumo.

Perusahaan tersebut ialah PT Arsari Pratama.

Melalui siaran pers yang diterima redaksi, sesaat lalu (Jumat, 24/5), PT Arsari Pratama membenarkan mobil ambulans itu aset miliknya. Namun telah dihibahkan kepada Badan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira).


"PT Arsari Pratama membeli aset berupa mobil dan menyumbangkan mobil tersebut kepada Badan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) untuk keperluan program pelayanan mobil ambulans gratis kepada masyarakat sejak November 2011," kata Direktur Arasari Pratama, Daniel Poluan.

"Sumbangan ini sekaligus untuk mendukung program sosial dan kesehatan Kesira di seluruh provinsi Indonesia," lanjutnya.

Kesira merupakan organisasi sosial dan kesehatan yang berafiliasi dengan Partai Gerindra.  

"Intinya PT Arsari Pratama membeli aset dan meminjamkan ke Kesira, kemudian Kesira mendistribusikan ke DPD dan DPC Gerindra untuk pelaksanaan program pelayanan kesehatan," terang Daniel lebih lanjut.

Ia pun menegaskan pengelolaan, perawatan, dan perpanjangan STNK seperti yang ramai diperbincangkan kini menjadi tanggung jawab pihak pengguna.

Daniel menambahkan, selama ini seluruh aset mobil diberikan hanya untuk keperluan medis masyarakat yang sudah menjadi program dari Kesira, seperti Klinik Keliling, Ambulans Gratis, Seminar Anti Narkoba, serta kegiatan sosial lainnya.

"Sejak 2011 mobil ambulans gratis ini tersebar di seluruh Indonesia dan telah membantu dan memberikan layanan gratis kepada jutaan rakyat. Dan itu sesuai dengan tujuan PT Arsari Pratama dalam meminjamkan asetnya," terang Daniel.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya