Berita

Reporter RTV Intan Bedissa/Net

Nusantara

JFCC: Intimidasi Terhadap Wartawan Saat Aksi 225 Mengancam Kebebasan Pers

JUMAT, 24 MEI 2019 | 16:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tindakan intimidasi terhadap tujuh wartawan yang meliput aksi 22 Mei (225) membuat organisasi nirlaba untuk jurnalis internasional yang ada di Indonesia, Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) prihatin.

“Kami sangat prihatin mengetahui bahwa wartawan telah diintimidasi dan bahkan diserang secara fisik selama demonstrasi baru-baru ini di Jakarta,” bunyi pernyataan sikap Komite Eksekutif JFCC dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (24/5).

JFCC menyebut bahwa beberapa anggota mereka telah menjadi sasaran saat aksi damai tersebut, termasuk di media sosial.


Bagi JFCC intimidasi terhadap wartawan merupakan masalah serius yang harus ditangani bersama. Sebab, hal tersebut telah mengancam kebebasan pers.

“Kami juga mendukung rekan-rekan kami di media lokal setelah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengatakan telah menemukan setidaknya tujuh wartawan mengalami kekerasan dan intimidasi,” lanjut pernyataan sikap tersebut.

Kepada semua pihak, baik itu pengunjuk rasa maupun pasukan keamanan, JFCC menyerukan untuk menghormati hak-hak jurnalis yang meliput berita.

Sementara kepada wartawan, JFCC mengingatkan untuk mengambil tindakan pencegahan yang rasional saat diminta meliput aksi demonstrasi. Seperti memastikan diri bisa bekerja dalam tim dan mampu menempatkan diri di lokasi dengan baik, khususnya dalam hal menjaga jarak agar tidak terkena peluru aparat dan tidak menjadi target amuk massa.

JFCC juga menyarankan agar wartawan melengkapi diri dengan alat pelindung yang pas dan memiliki strategi khusus untuk melarikan diri saat terjadi chaos

Imbauan Dewan Pers dan polisi agar mengenakan atribut yang bisa mengidentifikasi diri sebagai awak media juga harus diperhatikan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya