Berita

Rizal Ramli dan Abdurrahman Wahid/Net

Politik

Mengkepret Jokowi

JUMAT, 24 MEI 2019 | 15:29 WIB | OLEH: DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN*

SI Rajawali Kepret, julukan untuk Dr. Rizal Ramli, telah mengkepret Jokowi dengan tulisannya yang tajam "An Open Letter to the President".

Kepretan sebelumnya yang legendaris adalah menyerang Surya Paloh yang menggunakan instrument kekuasaan memperkaya diri via menterinya Nasdem,  Menteri Perdagangan.

Sebelumnya lagi, ketika Rizal masih di kabinet Jokowi, dia mengkepret atasannya Jusuf Kalla sebagai Peng—Peng, penguasa yang cari kekayaan dengan memanipulasi kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat.


Kenapa si Rajawali Kepret mengkepret pakai Bahasa Inggris ya?

Itu pertanyaanku kemarin ketika melihat tulisannya nyebar di grup-grup WA. Setelah menyadari adanya upaya manipulasi rejim dengan seolah-olah pemimpin asing sudah memberikan selamat atas kemenangan Jokowi, saya mengerti bahwa penggunaan bahasa internasional ini untuk memberitahu ke seluruh dunia tentang kenyataan riil di Indonesia.

Pada saat bersamaan, Anies Baswedan saya saksikan juga sudah memancing media-media asing memberitakan kebrutalan demokrasi di Indonesia, via kehadiran Anies menggotong keranda mayat korban kerusuhan.

“There is a saying that you can fool the people some of time, not all the time. But,  in the age of social media,  it is almost impossible to fool the people,” kata Rizal dalam bagian suratnya itu.

Artinya, hei Jokowi, tidak selamanya kau bisa menipu kami. Apalagi jaman/abad informasi ini.

Surat Rizal diawali dengan kritikan bahwa rezim Jokowi telah melakukan kekerasan brutal menghadapi demontrasi. Padahal demo itu “expressing their right of assembly and to protest against what they believe to be fraudulent elections.”

Kebrutalan itu telah membawa luka dan kematian pada orang yang tidak berdosa.

Untuk menjaga kedamaian negeri dan demokrasi Rizal mengajari Jokowi untuk tiga hal,  yakni:

1. Jokowi jangan melakukan kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh oposisi. Terlebih lagi menuduh makar (treason). Jokowi harus tahu arti makar itu apa. Makar menurut Rizal adalah penggunaan senjata untuk menggulingkan pemerintahan. Sebaliknya,  pemimpin oposisi tidak pernah menganjurkan itu. Melainkan,  tokoh-tokoh oposisi mendorong rakyat meng-exercise hak-hak konstitusional rakyat yang sah.

2. Rizal meminta agar Jokowi stop kebohongan. Hal ini terkait dengan penggunaan “deadly force against protestors”. Aparatur jangan menyangkal tidak menggunakan peluru tajam atau mencari kambing hitam pada “aktor intelektual”, karena fakta kematian dapat terlihat nyata dilapangan dan melalui video yang viral.

Jika Jokowi tetap mempertahankan cara brutal ini, maka rejim Jokowi memang rezim pembohong dan anti demokrasi.

Rizal menyarankan agar Jokowi memerintahkan komandan polisi meninggalkan cara cara brutal untuk menghindari rakyat yang semakin marah.

3. Rizal meminta Jokowi agar memaksa KPU membuka semua data dan diaudit forensik. Proses audit disupervisi kedua pihak. Jika ini terjadi, maka rakyat akan meyakini pemilu adil dan  jujur.

Ini juga akan dilihat dunia sebagai “a peaceful resolution”.

Kenapa takut KPU diaudit? kata Rizal.

Di akhir suratnya Rizal mengingatkan Jokowi bahwa bagaimana Jokowi menangani krisis nasional ini akan menentukan warisan Jokowi sebagai presiden (keteladanan).

Pertemuan Rizal dan Sekjen PDIP

Seperti diceritakan Rizal, seminggu lalu Sekjen PDIP membawa pesan perdamaian dari Megawati kepada Rizal Ramli di rumahnya,  Jalan Bangka, Kemang.

Alih-alih coba meyakinkan Rizal, Hasto sang Sekjen, malah berkeluh kesah dengan situasi Megawati yang mengalami ketidaknyamanan dalam rezim Jokowi selama ini. Hasto mengatakan bahwa koalisi rezim selama ini ditopang oleh Megawati,  tapi Megawati hanya mendapatkan menteri yang tidak “basah”.

Untuk itu Rizal Ramli menawarkan agar PDIP dan Megawati mempertimbangkan ulang di mana sebaiknya mereka berkawan membangun bangsa.

Penutup

Pada 1997 saya dibawa Rizal Ramli ke acara Mubes Nahdatul Ulama di Lombok. Rizal ingin meyakinkan saya bahwa Gus Dur siap menumbangkan Suharto dan Rizal adalah orang yang paling diandalkan Gus Dur.

Memang benar, ketika di Lombok Rizal satu-satunya orang yang saya lihat tidak cium tangan pada almarhum. Dan dia memberikan ceramah bagaimana Suharto akan jatuh di hadapan ribuan kiai yang hadir.

Sepanjang hidupnya, baru Gus Dur yang tidak dikepret Rizal Ramli. Selebihnya,  Suharto, Habibie, Megawati dan Jokowi telah dikepret Rizal. Sebagai Rajawali Kepret memang Rizal tidak punya “syaraf takut” dan “syaraf penjilat”. Semua kezaliman akan ditantangnya tanpa kompromi.

Seorang eks rektor Institut Teknologi Bandung pernah menjapri saya,  “Saya aneh melihat aktifis-aktivis Fortuga (Forum Aktifis 73) semua meninggalkan Rizal. Padahal dulu pas Rizal kuasa, semuanya penjilat Rizal.”

Saya tertawa dalam hati, memang di manapun penjilat hanya mencari kawan yang berkuasa, sedangkan Rajawali akan terbang tinggi sendiri.

Semoga sang Rajawali Kepret dan kepretannya pada Jokowi yang menyebar ke seluruh dunia, bermanfaat buat kita.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle (SMC)


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya