Berita

Bisnis

Di Balik Kesuksesan Parna Raya, Bermodal Satu Unit Truk Kini Menjadi Raksasa Bisnis

RABU, 22 MEI 2019 | 03:53 WIB

Sosok Marihad Simon Simbolon adalah tokoh kunci di balik sukses dari Parna Raya Group. Pria yang biasa disapa Pak Sim tersebut mulai membangun PT Parna Raya pada 1972 hanya dengan bermodal satu unit truk.

Pengusaha berdarah Batak, Sumatera Utara itu sebelum mendirikan Parna Raya pernah bekerja di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara saat usianya masih 20 tahun.

"Berbekal pengalamannya bekerja di Pelabuhan Tanjung Priok, Pak Sim melihat adanya potensi bisnis besar di sektor transportasi," kata Presiden Direktur Grup Parna Raya Charles Simbolon, belum lama ini di Jakarta.


Charles bercerita, bisnis yang digeluti Pak Sim pertama kali adalah bidang jasa transportasi yang menjadi embrio perusahaan Parna Raya. "Bisnis bidang transportasi saat itu yang dibidik adalah pengangkutan barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Saat ini seiring perjalanan waktu, Parna Raya terus bertumbuh pesat," ujar dia.

Dia menambahkan, Parna Raya kini total memiliki 125 unit truk yang terdiri atas berbagai jenis. Mulai dari jenis heavy duty truck seperti tronton dan trailer.

"Parna Raya kemudian mulai membesar dengan mendirikan beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi pipa gas, perdagangan, perkebunan kelapasawit, dan petrokimia," jelas dia.

Penuturan Charles, memulai bisnis dengan hanya bermodal satu unit truk adalah suatu tantangan bagi Pak Sim muda kala itu. "Perlahan tapi pasti, bisnis logistik Parna Raya semakin tumbuh dan berkembang. Hingga pada 1990 perusahaan melakukan ekspansi besar-besaran, yaitu membeli beberapa unit kapal laut sebagai armada bisnis transportasinya," terang dia.

Menurut Charles, saat itu Parna Raya Group membeli tiga buah kapal general cargo yang diberi nama Parnaraya-8 , Parnaraya-18, dan Parnaraya-28. Tujuh tahun kemudian, Pak Sim kembali melebarkan sayap bisnisnya melalui penambahan satu unit kapal laut baru yang diberi nama Parnaraya-38.

"Pembelian kapal laut itu untuk memenuhi kebutuhan beberapa perusahaan BUMN terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang semen dan pupuk," ungkap dia.

Pada 1990, lanjut Charles, tahun tersebut juga menjadi momen terbaik bagi Parna Raya dalam mengembangkan usahanya. Pertengahan 1990, Parna Raya memiliki niat untuk mengamankan pembelian gas bumi.

"Dari sinilah Pak Sim kemudian memiliki ide brilian untuk mengembangkan usahanya dengan mendirikan perusahaan petrokimia. Kemudian, lahirlah sebuah pabrik amoniak yang bernama PT Kaltim ParnaIndustri (KPI), sebagai satu-satunya pabrik swasta nasional amoniak di Indonesia," tutur dia.

Pencapaian Parna Raya tidak berhenti sampai titik tersebut. Perusahaan berkembang pesat dan didirikan beberapa perusahaan yang bernaung dalam Parna Raya Grup. Kini perusahaan Parna Raya menjalankan berbagai jenis usaha, mulai dari investasi, jalur pipa transportasi gas, pasokan gas alam, dan perkebunan kelapa sawit.

"Kelimanya menjadi pilar bisnis dari Parna Raya Group. Kami kini bisa tumbuh menjadi besar karena Parna Raya memiliki komitmen untuk melanjutkan pertumbuhan dengan semangat dan antusiasme yang tinggi," tutup Charles.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya