Berita

Hersu Corner

Aksi 22 Mei, Para Jenderal Senior Turun Gunung, Ada Apa?

SELASA, 21 MEI 2019 | 06:30 WIB | OLEH: HERSUBENO ARIEF

PARA jenderal senior dari tiga angkatan TNI dan Polri dipastikan akan ikut turun dalam unjukrasa di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa dan Rabu (21-22/5).

“Kami terpaksa harus turun gunung karena kedaulatan kita sebagai bangsa dan negara terancam,” ujar Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, Senin (20/5).

Bersama lebih dari 1.00 orang jenderal dari TNI-Polri, Tyasno mantan KSAD (1999-2000) mengumumkan pembentukan Front Pembela Kedaulatan Bangsa (FPKB).


Selain Tyasno juga hadir mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, dan mantan KSAL yang juga pernah menjadi Menkopolhukam Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, serta sejumlah petinggi TNI lainnya berpangkat bintang tiga sampai bintang satu.

Selain para perwira tinggi, ribuan purnawirawan perwira menengah, bintara dan tamtama juga akan ikut turun ke lapangan. Mereka akan mengenakan baret atau atribut masing-masing kesatuan saat masih bertugas.

Berada dalam deretan ini sejumlah mantan petinggi pasukan elit Kopassus TNI. Mereka antara lain mantan Wamenhan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Danpaspampres dan Danjen Kopassus Letjen TNI Agus Sutomo, mantan Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA) Mayjen TNI Zacky Anwar Makarim, mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko dan masih banyak lainnya.

“Tugas  kami melindungi rakyat. Melindungi emak-emak yang akan berunjukrasa menuntut haknya di KPU,” tambah Komisaris Jenderal Pol (Purn) Sofjan Jacoeb.

Bersama Sofjan juga terdapat sejumlah purnawirawan Polri antara lain Irjen Pol Abimanyu.

Tyasno berharap hadirnya para purnawirawan ini dapat mengingatkan para petugas keamanan, baik dari Polri maupun TNI.

“Mereka harus ingat pesan moral 8 wajib TNI/Polri untuk tidak sekali kali merugikan rakyat dan tidak sekali kali menakuti serta menyakiti hati rakyat,” tambah Tyasno.

Sejarah baru di Indonesia

Turunnya para jagoan tua ini merupakan catatan sejarah baru dalam aksi protes massa di Indonesia. Biasanya gerakan protes massa dimulai oleh para mahasiswa.

Belum pernah terjadi ada  ratusan pensiunan perwira tinggi, dan ribuan mantan prajurit turun berunjukrasa bersama rakyat.  “Bahkan banyak perwira menengah aktif yang hatinya bersama kami,” tambah Tyasno.

Para perwira ini tinggi ini tidak main-main. Mereka tahu konskuensi apa yang akan dihadapi. Seorang perwira tinggi bintang tiga sambil tersenyum menunjukkan pesan sang istri.

“Kalau dulu setiap kali bertugas kami serahkan keselamatan suami kepada Allah SWT. Sekarang kami juga kembali serahkan sepenuhnya kepada Allah.”  

Tyasno juga mengaku tak pernah membayangkan pada masa pensiun dan usia menginjak kepala tujuh, harus turun ke jalan. “ Anak-anak saya juga mempertanyakan,” ujarnya sambil tersenyum.

Turunnya para purnawirawan ini jelas tidak boleh dianggap main-main.

Pertama, kehadiran mereka memberi tingkat kepercayaan tinggi di kalangan para pengunjukrasa.

Komposisi para pengunjukrasa terdiri dari emak-emak, para alim ulama, santri, kelompok pro demokrasi, partai pendukung paslon 02, dan para purnawirawan TNI/Polri.
 
Kedua, memberi tekanan dan membuat para petugas kepolisian dan TNI lebih menahan diri. Mereka tidak akan mudah menggunakan aksi kekerasan untuk membubarkan pengunjukrasa.

Seperti dikatakan oleh KSAD Jenderal TNI Andhika Perkasa, diantara para pengunjukrasa terdapat para komandan dan atasan mereka ketika masih aktif.

Ketiga, hadirnya para perwira menghilangkan stigma gerakan kanan, radikal, maupun teroris yang coba disematkan oleh pemerintah dan Polri.

Di kalangan para jenderal pendukung Prabowo terdapat sejumlah perwira tinggi non muslim. Mereka antara lain Letjen TNI (Purn) Johanes Suryo Prabowo, Letjen TNI (Purn) Romulo Simbolon, dan Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan.

Keempat, stigma bahwa para pengunjukrasa anti NKRI langsung terbantahkan. Para perwira ini sejak muda sudah mempertaruhkan jiwa dan raganya mempertahankan NKRI.

Terlalu naif, nekad dan mengawur mengklaim lebih NKRI dibanding mereka, atau malah menyebut mereka anti NKRI.

Kelima, mempertegas adanya kecurangan sebagaimana disampaikan oleh BPN.

Keenam, secara personal kehadiran para perwira ini akan membuat Jokowi merasa kurang nyaman. Pada pemungutan suara lalu di sejumlah kompleks pemukiman TNI, perolehan suara Jokowi jeblok. Termasuk di kompleks perumahan Kopassus dan Paspampres.

Penulis adalah pemerhati politik, artikel ini dikirim untuk Kantor Berita RMOL


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya