Berita

Ilustrasi Monumen Nasional/Net

Nusantara

Fuad Bawazier: Pemindahan Ibukota Tanpa APBN Bisa Jadi Ajang Korupsi Super Dahsyat

SELASA, 14 MEI 2019 | 20:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keinginan Presiden Joko Widodo untuk memindahkan Ibukota negara tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dinilai bahaya.

Hal itu disampaikan oleh politikus senior sekaligus Tim Ahli Ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN), Fuad Bawazier.

"Justru itu (tanpa dana APBN) bisa jadi bahayanya, dalam arti berpotensi besar jadi ajang bisnis korupsi super dahsyat," kata Fuad dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/5).


Tidak menggunakan APBN berarti pemerintah akan memanfaatkan pihak swasta. Dalam hal ini, Fuad pun mencontohkan kemungkinan upaya barter aset-aset negara seperti kementerian di Jakarta yang dserahkan ke swasta atau investor untuk menutupi utang.

Padahal, nilai tanah di Jakarta sangat mahal dan berbeda dengan harga tanah di daerah.

"Seperti 'kebasaan' pemerintah dari dulu-dulu bahwa kalau menjual aset negara umumnya dengan harga murah, tapi kalau membeli aduhai mahalnya," jelasnya.

Di sisi lain, ia yakin jika kota Jakarta tak akan menjadi kota mati meski status Ibukota berpindah. Sebab menurutnya fasilitas yang sudah ada di Jakarta, seperti pendidikan, transportasi, dan infrastruktur sudah baik.

"Penduduk yang besar dengan pasarnya yang kuat akan tetap jadi kota bisnis seperti New York City di USA. Sedangkan  Ibukota baru di Kalteng itu akan seperti Washington DC yang sudah ratusan tahun begitu-begitu saja," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya