Berita

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana/RMOL

Politik

Jokowi, Jangan Cuma Fokus Pindah Ibukota Tapi Lupa Pikirkan Pansel KPK

MINGGU, 12 MEI 2019 | 16:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Presiden Joko Widodo untuk fokus membentuk tim panitia seleksi (pansel) pimpinan KPK dibanding memikirkan pemindahan Ibukota baru.

Tim panitia seleksi dinilai sangat diperlukan lantaran pimpinan KPK akan berganti pada Desember tahn ini.

"Presiden Jokowi seharusnya sudah membentuk tim pansel, akan tetapi potret hari ini menjadi pesimis karena sepertinya Presiden Jokowi masih berfokus pada konteks elektoral dan beberapa isu lain seperti pemindahan Ibukota baru dan hasil perhitungan Pilpres 2019," ucap Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (12/5).


Menurutnya, jika Jokowi tidak segera membentuk tim pansel akan berdampak pada kinerja Pansel tersebut karena memiliki tugas yang cukup panjang dalam menyeleksi pimpinan lembaga antirasuah.

Seperti halnya mengumumkan ke publik, melakukan proses seleksi administrasi, hingga proses fit and proper test di DPR RI nanti.

"Nah ini sebenarnya akan berdampak pada kerja pansel itu sendiri, kerja pansel kan cukup panjang. Kita menganggap jika ini berlarut-larut maka proses pemilihan pansel KPK akan terancam untuk dilantik tepat waktu untuk bulan Desember 2019," tegasnya.

Dalam membentuk tim pansel, ICW juga meminta Jokowi menentukan kriteria yang penting, seperti memiliki integritas yang tinggi, kepeduliannya terhadap pemberantasan korupsi, serta profesional.

"Misalnya berpihakan, bersangkutan selama ini terhadap pemberantasan korupsi. Kami dorong agar orang-orang yang dipilih presiden Jokowi menjadi pansel adalah orang-orang yang mempunyai profesionalitas yang tinggi, kemampuan berpikir yang cukup tinggi, dan poin pentingnya adalah integritas," paparnya.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kemlu: PT DSI Tingkatkan Kepercayaan Global terhadap Ekspor RI

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:20

Pantai Gading Perkuat Dukungan untuk Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:07

Penduduk Indonesia Bertambah 1,4 Juta Jiwa

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:03

Pidato Prabowo Cerminkan Optimisme Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:02

KPK Panggil Plt Bupati Tulungagung dan Sejumlah Pejabat dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:53

Kemenkeu dan BI Harus Bisa Menerjemahkan Keinginan Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:41

Polisi Tetapkan Sopir Green SM Tersangka Taksi vs KRL di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

Sembilan WNI Jalani Visum dan Tes Kesehatan di Turki

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

IKN Disiapkan Jadi Superhub Ekonomi Baru Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:20

Semen Indonesia Pangkas Empat Anak Usaha dalam Program Streamlining

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:16

Selengkapnya