Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli Heran Demokrasi Indonesia Alami Kemunduran

SABTU, 11 MEI 2019 | 09:42 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Ekonom senior Dr. Rizal Ramli bercerita saat dirinya masih menjadi aktivis memperjuangkan kebebasan berpendapat. Saat itu (tahun 1978) banyak pejuang demokrasi dimasukan ke dalam penjara termasuk dirinya.

"Waktu saya masih mahasiswa di ITB ingin Indonesia sebagai negara demokrasi. Saya berjuang, saya dipenjara 1,5 tahun di Sukamiskin," ujar RR sapaan akrabnya di Jakarta, Jumat malam (10/5).

Keluar dari penjara Sukamiskin di Bandung, tidak membuat RR jera. Sikap tegasnya terhadap kebijakan pemerintah yang menyimpang dari cita-cita kemerdekaan membuatnya diakui sebagai tokoh oposisi terkemuka di era 1990-an.


Menjadi oposisi dan kritikus kebijakan pembangunan bukan persoalan yang mudah, karena dituntut untuk tetap objektif dan menyandarkan analisa pada fakta. Sikap kritis itu harus, tetapi tidak boleh asal apalagi emosional.

Lantas, sambung Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini, melihat situasi dan fakta sekarang terjadi kemunduran dalam berdemokrasi.

Dia memberi contoh, Pemilu serentak 2019 penuh dengan dugaan kecurangan. Ditambah, kebebasan berkumpul dan berpendapat juga terancam saat ini.

"Kok bisa lagi hari ini, kok bisa kembali ke nol, pemilunya curang, tokoh-tokoh ngomong sedikit langsung ditangkap," ungkapnya menyayangkan.

Pemilu saat ini, lanjut RR, adalah pemilu yang paling buruk sepanjang digelar.

"Ini adalah pemilu terjelek. Tahun 55 pemilu adil, jujur dan sederhana karena KPU-nya sederhana, dan rakyatnya sederhana," pungkasnya.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kemlu: PT DSI Tingkatkan Kepercayaan Global terhadap Ekspor RI

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:20

Pantai Gading Perkuat Dukungan untuk Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:07

Penduduk Indonesia Bertambah 1,4 Juta Jiwa

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:03

Pidato Prabowo Cerminkan Optimisme Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:02

KPK Panggil Plt Bupati Tulungagung dan Sejumlah Pejabat dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:53

Kemenkeu dan BI Harus Bisa Menerjemahkan Keinginan Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:41

Polisi Tetapkan Sopir Green SM Tersangka Taksi vs KRL di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

Sembilan WNI Jalani Visum dan Tes Kesehatan di Turki

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

IKN Disiapkan Jadi Superhub Ekonomi Baru Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:20

Semen Indonesia Pangkas Empat Anak Usaha dalam Program Streamlining

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:16

Selengkapnya