Berita

Jaya Suprana/Repro

Politik

Jaya Suprana Ajak Semua Pihak Tak Gunakan Kebencian Dalam Berbeda Pendapat

JUMAT, 10 MEI 2019 | 21:30 WIB | LAPORAN:

Panasnya situasi sosial politik sebelum dan sesudah hari pencoblosan 17 April lalu disinyalir berasal dari kebencian yang ada dalam diri masing-masing berbeda pilihan.

Hal itu disampaikan oleh Budayawan Jaya Suprana, dalam program Merajut Asa Imbas Perebutan Kuasa di CNN Indonesia, Kamis (10/5).

"Kata kuncinya kebencian. Kenapa kita harus menggunakan kebencian saat berbeda pendapat? Itukan bagian dari demokrasi. Tapi kenapa harus pakai kebencian?" sesal Jaya menanggapi situasi politik nasional saat ini.


Oleh karenanya, Jaya Suprana mengajak semua pihak untuk belajar berbeda pendapat, berbeda pilihan, berbeda selera, dengan tanpa diiringi dengan kebencian. "Rasanya nikmat sekali," tandasnya.

Pendiri Rekor Muri Indonesia itu juga menyebut Kebhinekaan sebagai mahakarya Republik Indonesia.

"Kebhinekaan itu mahakarya peradaban Indonesia. Di situlah sebabnya kita harus merajut kebhinekaan itu, dengan kasih sayang," pungkasnya.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kemlu: PT DSI Tingkatkan Kepercayaan Global terhadap Ekspor RI

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:20

Pantai Gading Perkuat Dukungan untuk Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:07

Penduduk Indonesia Bertambah 1,4 Juta Jiwa

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:03

Pidato Prabowo Cerminkan Optimisme Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:02

KPK Panggil Plt Bupati Tulungagung dan Sejumlah Pejabat dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:53

Kemenkeu dan BI Harus Bisa Menerjemahkan Keinginan Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:41

Polisi Tetapkan Sopir Green SM Tersangka Taksi vs KRL di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

Sembilan WNI Jalani Visum dan Tes Kesehatan di Turki

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

IKN Disiapkan Jadi Superhub Ekonomi Baru Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:20

Semen Indonesia Pangkas Empat Anak Usaha dalam Program Streamlining

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:16

Selengkapnya