Berita

Rizal Ramli/RMOL

Politik

Pak Jokowi, Rakyat Sudah Tidak Mau Lagi, Contohlah Presiden Terdahulu!

JUMAT, 10 MEI 2019 | 20:55 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ekonom Senior Rizal Ramli menyampaikan orasi terbuka di atas panggung Rumah Perjuangan Rakyat (RPR). Dalam pemaparannya, ia berharap Presiden Joko Widodo dapat meniru presiden-presiden terdahulu dalam memimpin Indonesia.

RR mengatakan, Jokowi seharusnya bisa meniru Presiden Soekarno saat ditumbangkan oleh Soeharto, ketika loyalisnya sangat banyak mulai dari rakyat hingga angkatan bersenjata.

“Tapi Bung Karno legowo, dia tahu kalau tetap mempertahankan, rakyat yang jadi korban,” ujar RR di atas panggung RPR, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Jumat (10/5).


Begitupun dengan Soeharto saat berkuasa 32 tahun. RR menyebut, ketika rakyat sudah tidak berkehendak maka dirinya bersedia untuk mundur dari tampuk kekuasaan dan diberikan kepada Habibie.

“Sama, bisa saja Pak Harto kerahkan kekuaatannya untuk mempertahankan,” kata Rizal mengingatkan.

Hingga kemudian, presiden Habibie yang hanya berkuasa sebentar, juga legowo dengan banyaknya masyarakat yang tidak menginginkan dirinya sebagai Presiden.

“Gus Dur apalagi, saat didesak mundur, padahal Banser sudah siap untuk membela, kalau Gus Dur mau lawan ya bisa saja bertahan, tapi dia tidak mau,” jelas Rizal.

Untuk itu, jika Jokowi melihat sejarah pemimpin Indonesia seharusnya dirinya sadar bahwa saat ini rakyat sudah tidak menginginkannya lagi.

“Pertanyaan saya, pemerintahan hari ini menangkap nggak sekarang perasaan rakyat yang ingin perubahan,” pungkas Rizal.

Usai Rizal berorasi, para peserta yang hadir di Rumah Perjuangan Rakyat menyanyikan lagu Halo-Halo Bandung. Mereka menyayikan lagu tersebut untuk memberikan vitamin motivasi terhadap perjuangannya untuk menegakan keadilan dan kejujuran dalam pelaksanaan Pemilhan Umum 2019 yang sarat dengan kecurangan.

Selain Rizal, tokoh-tokoh oposisi lain juga turut hadir, seperti Ahmad Yani, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Eggi Sudjana.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kemlu: PT DSI Tingkatkan Kepercayaan Global terhadap Ekspor RI

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:20

Pantai Gading Perkuat Dukungan untuk Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:07

Penduduk Indonesia Bertambah 1,4 Juta Jiwa

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:03

Pidato Prabowo Cerminkan Optimisme Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:02

KPK Panggil Plt Bupati Tulungagung dan Sejumlah Pejabat dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:53

Kemenkeu dan BI Harus Bisa Menerjemahkan Keinginan Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:41

Polisi Tetapkan Sopir Green SM Tersangka Taksi vs KRL di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

Sembilan WNI Jalani Visum dan Tes Kesehatan di Turki

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

IKN Disiapkan Jadi Superhub Ekonomi Baru Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:20

Semen Indonesia Pangkas Empat Anak Usaha dalam Program Streamlining

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:16

Selengkapnya