Berita

Ilustrasi Situng KPU/Net

Politik

Banyak Data Tak Sesuai C1, Prodem Minta Situng KPU Dihentikan

KAMIS, 02 MEI 2019 | 20:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Jaringan Aktivis Pro Demokrasi mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghentikan penanyangan Sistem Informasi Perhitungan (Situng).

Tuntutan tersebut disampaikan Aktifis Prodem, Nico Silalahi dalam gelar aksi di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta, Kamis (2/5).

"Data yang diinput mengalami perubahan, tidak sesuai dengan data C1 yang ada di lapangan. Bahkan terjadi pemutarbalikkan fakta dan data hasil Pemilu yang menguntungkan calon presiden tertentu," ujar Nico.


Selain tuntutan itu, Nico menyebutkan ada lima tuntutan lain kepada KPU. Adapun tuntutan lengkap Prodem adalah berikut ini:

1. Meminta KPU segera hentikan segala kecurangan terkait hasil perolehan suara.

2. Hentikan pengumuman real count yang kemudian disosialisasikan di berbagai media partner KPU di saluran  informasi media TV, Elektronik dll, yang menimbulkan dampak negatif pada psikologis dan sosial masyarakat. Mengingat dalam UU KPU telah diatur bahwa perhitungan suara yang sah adalah melewati perhitungan secara manual.

3. Segera lakukan forensik digital yang diduga ada rekayasa dalam sistem IT.

4. Ganti dan periksa semua komisioner KPU dan segera bentuk team independent untuk proses perhitungan suara dan perbaikan segala sistem terkàit pelaksanaan KPU.

5. Segera periksa KPU terkait anggaran yang kami duga terjadi penyelewengan uang rakyat untuk penyelenggaran Pemilu 2019.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya