Berita

Nicolas Maduro/Net

Dunia

Venezuela Tuding AS Dalangi Rencana Kudeta Atas Nicolas Maduro

RABU, 01 MEI 2019 | 05:43 WIB | LAPORAN:

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menuding Amerika Serikat sebagai pendorong terjadinya rencana kudeta militer terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Arreaza juga menuding pemimpin oposisi Juan Guaido bertindak di bawah arahan Amerika Serikat.

"Ini direncanakan di Washington, di Pentagon, dan Kementerian Luar Negeri AS, dan oleh Bolton," kata Arreaza seperti dilansir dari Reuters, Selasa (30/4).


Arreaza mengatakan Maduro yang telah berkuasa sejak 2013 masih memegang kendali negaranya dengan dukungan militer.

Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mengumumkan tahap akhir upayanya untuk mengakhiri pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Berita terkait

Dia muncul dalam video dengan pria berseragam dan mengklaim bahwa dia mendapat dukungan militer.

Guaido yang menyatakan sepihak bahwa dirinta adalah presiden sementara Venezuea pada Januari lalu, menyerukan lebih banyak anggota militer dan warga Venezuela untuk membantunya mengakhiri perebutan kekuasaan Maduro.

Dalam video berdurasi tiga menit itu, dia berdampingan dengan pemimpin oposisi lainnya, Leopoldo Lopez, yang telah berada di bawah tahanan rumah sejak dinyatakan bersalah menghasut kekerasan selama protes anti-pemerintah pada tahun 2014.

Lopez mengatakan bahwa dia telah dibebaskan oleh anggota militer yang telah menyatakan kesetiaan mereka kepada Guaido.

Dalam video yang dibagikan di media sosial tersebut, Guaido mengumumkan bahwa dia mendapat dukungan "tentara pemberani" di Caracas.

"Rakyat Venezuela, mari kita turun ke jalan untuk mendukung akhir perebutan kekuasaan, yang tidak dapat diubah. Angkatan Bersenjata Nasional telah mengambil keputusan yang tepat, mereka mendapat dukungan dari rakyat Venezuela, dan dukungan dari konstitusi kita, mereka dijamin berada di sisi kanan sejarah," kata Guaido seperti dimuat BBC.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya