Berita

Catatan Demokrasi TVOne/Net

Politik

RR: Lebih Baik Carikan Solusi Untuk Masalah Bangsa Daripada Bicarakan Garis Keras

SELASA, 30 APRIL 2019 | 21:46 WIB | LAPORAN:

Istilah garis keras dan ekstremis sudah pernah digunakan oleh ilmuwan Belanda bernama Snouck Hurgronje. Ia yang menyamar dengan nama Islami sengaja memecah belah Indonesia dengan dua kata tersebut. Siapa yang ingin merdeka, akan dicap sebagai ekstremis garis keras.

Demikian disampaikan oleh Ekonom Senior Rizal Ramli menanggapi pernyataan 'daerah garis keras' yang disampaikan Mantan Ketua MK Mahfud MD, merujuk pada sejumlah provinsi yang dimenangkan oleh Paslon 02 Prabowo-Sandi.

Menurut RR, saat ini sudah bukan waktunya lagi mengungkit masa lalu, terlebih soal garis keras dan ekstremis.


"Nah menurut saya, sudah tidak waktunya kita bicara hal begini. Mohon maaf Pak Mahfud, Gus Dur dengan masalah ini sudah selesai. Gus Dur itu mendamaikan perbedaan etnik, perbedaan agama. Jangan kita bongkar lagi yang lalu-lalu," ujar RR dalam program Catatan Demokrasi TvOne, Selasa (30/4).

Ketimbang membahas soal garis keras, lanjut RR, lebih baik elite bangsa berbicara mengenai permasalahan bangsa, serta mencarikan solusi untuk masalah tersebut.

"Gus Dur sudah selesaikan masalah ini, jangan dibuka-buka lagi. Kita fokus saja masalah riil yang dihadapi bangsa, kita cari solusinya," tutur RR.

Diketahui, Mahfud MD dalam salah satu wawancara menyebut daerah yang dimenangkan Prabowo-Sandi dulunya adalah daerah garis keras secara agama. Sejumlah provinsi disebut Mahfud, di antaranya Aceh, Sumatera Barat dan Jawa Barat.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya