Berita

Konferensi pers rencana pemindahan ibukota negara/RMOL

Nusantara

Bappenas Yakin Pemindahan Ibukota Tidak Memberatkan APBN

SELASA, 30 APRIL 2019 | 17:09 WIB | LAPORAN:

Pemindahan Ibukota negara dari Jakarta diyakini tidak akan memberatkan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan pemindahan Ibukota akan mendorong peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

“Terkait pembiayaan, nanti kita upayakan tidak memberatkan APBN, salah satunya melalui manajemen aset, mendorong peran BUMN, dan mengajak swasta untuk berperan serta dengan tetap memperhatikan kebutuhan penduduk lokal secara lebih luas,” ungkap Bambang di Kantornya, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Senin (30/4).


Bambang menuturkan, biaya tersebut tentunya disesuaikan dengan kondisi wilayah baru yang akan dijadikan Ibukota. Tentunya, daerah yang akan diplot sebagai Ibukota baru harus memiliki sejumlah kriteria, pertama lokasi yang strategis, serta secara geografis berada di tengah wilayah Indonesia.

Kedua, tersedia lahan luas milik pemerintah/BUMN Perkebunan untuk mengurangi biaya investasi. Ketiga lahan harus bebas bencana gempa bumi, gunung berapi, tsunami, banjir, erosi, serta kebakaran hutan dan lahan gambut.

Keempat, tersedia sumber daya air yang cukup dan bebas pencemaran lingkungan. Kelima dekat dengan kota existing yang sudah berkembang untuk efisiensi investasi awal infrastruktur.

"Meliputi akses mobilitas/logistik seperti bandara, pelabuhan dan jalan, ketersediaan pelabuhan laut dalam yang sangat penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim melalui konektivitas tol laut antar pulau, dan tingkat layanan air minum, sanitasi, listrik, dan jaringan komunikasi yang memadai untuk dikembangkan," tuturnya.

"Potensi konflik sosial rendah dan memiliki budaya terbuka terhadap pendatang, memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan," tandasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya