Berita

Luhut B. Pandjaitan/Net

Politik

Ada Kecurangan, Rakyat Tidak Akan Rela Prabowo Terima Luhut

RABU, 24 APRIL 2019 | 11:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin terus melakukan upaya rekonsiliasi pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Namun, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi meminta wacana rekonsiliasi ditunda sampai Juni mendatang.

Penolakan upaya rekonsiliasi dalam waktu dekat disayangkan oleh Anggota TKN Jokowi-Maruf, Eva Kusuma Sundari. Menurutnya, TKN Jokowi-Maruf kecewa kubu BPN Prabowo-Sandi sulit diajak rekonsiliasi.

Sebelumnya, Jokowi mengutus orang dekatnya yang juga Menko Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan untuk menemui Prabowo. Namun hingga kini, pertemuan itu belum juga terwujud.


Anggota Dewan Pakar BPN Prabowo-Sandi, M. Said Didu mengatakan, pendukung dan simpatisan paslon 02 Prabowo-Sandi tidak akan setuju Prabowo terima Luhut. Pasalnya, Pilpres diduga berlangsung curang.

"Rakyat tidak akan rela terjadi rekonsiliasi di atas penderitaan rakyat melawan kecurangan," sebut dia akun Twitter ‏@msaid_didu, Rabu (24/4).

Sementara itu, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menjelaskan, rekonsiliasi harus memenuhi rasa keadilan seluruh rakyat, kalau tidak itu namanya kompromi.

"Ajakan rekonsiliasi atau kompromi? Rekonsiliasi harus memenuhi rasa keadilan seluruh rakyat. Kompromi? Rakyat akan bertanya apa yang dikompromikan?" ujar Sekjen Berkarya ini lewat akun Twitter ‏@PriyoBudiS.

Pasca pencoblosan Pemilu serentak 2019 pada 17 April lalu, dua paslon sama-sama mengklaim memenangkan hajatan lima tahunan. KPU sebagai penyelenggara baru akan mengumumkan pemenang Pilpres pada 22 Mei nanti.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya