Berita

Logo Ismahi/RMOL Jabar

Nusantara

Senat Mahasiswa Hukum Tuntut KPU Dan Bawaslu Lebih Profesional

SELASA, 23 APRIL 2019 | 18:28 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Islam (IsmahiI) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar bersikap lebih profesional dalam penyelenggaraan tahapan lanjutan Pemilu.

Imbauan itu disampaikan Kordinator Hukum dan Informasi Pengurus Pusat Ismahi, Carto, seperti dilansir RMOL Jabar, Selasa (23/4).

Carto mengatakan, suhu politik pasca Pemilu 2019 dinilai sangat memprihatinkan. Benang persatuan dan kesatuan masih saja bercerai berai. Masing-masing pendukung, bahkan paslon saling mengklaim kemenangan yang membuat rakyat jadi bingung.


"Masyarakat juga dibuat bingung dengan pemberitaan dari berbagai media terkait dengan perolehan suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019," ujar Carto.

Kondisi bertambah rumit disebabkan akses rekap hasil perolehan suara yang dipublikasikan di situs KPU masih belum valid.

Carto mengatakan, jika kondisi ini terus berlanjut, realitas sosial di masyarakat akan semakin tergerus.

"Kondisi yang demikian menimbulkan kegaduhan antar barisan pendukung paslon dan juga berpotensi menciptaka kegaduhan di masyarakat Indonesia," ujarnya.

Prihatin dengan kondisi tersebut Carto, atas nama Pengurus Pusat Ismahi menyampaikan beberapa pernyataan sikap.

Pertama, mengecam para pihak yang menyebarkan berita bohong yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Kedua, mendesak para barisan pendukung, baik di TKN 01 maupun barisan pendukung BPN 02 untuk tidak mengklaim kemenangan secara sepihak dan menunggu keputusan resmi penyelenggara Pemilu.

“Ketiga mendesak para penyelenggara pemilu, KPU RI dan Bawaslu RI agar lebih Profesional dalam penyelenggaraan tahapan lanjutan pemilu," tegas Carto.

Pengurus Pusat Ismahi juga mengajak seluruh elemen bangsa mulai TNI, Polri, LSM, mahasiswa dan masyarakat untuk terus mengawal proses pemilu agar berjalan dengan baik.

“Terakhir, mengimbau kepada seluruh elemen bangsa untuk tidak melakukan provokasi dan tidak mudah terprovokosi demi menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya