Berita

Pray For Sri Lanka/Ilustasi Amelia Fitriani

Dunia

Ada Peringatan Sebelum Teror Bom Sri Lanka, PM Lempar Tanggung Jawab Ke Presiden

SENIN, 22 APRIL 2019 | 06:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Sri Lanka mengetahui informasi mengenai kemungkinan serangan sebelum teror rangkaian ledakan bom mematikan mengguncang hotel dan gereja di ibu kota Kolombo dan dua kota lainnya di Sri Lanka pada Minggu (21/4).

Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe dalam keterangan kepada wartawan di Sri Lanka pada hari Minggu malam (21/4), mengakui bahwa ada informasi soal kemungkinan serangan.

"Kita juga harus melihat mengapa tindakan pencegahan yang memadai tidak dilakukan," katanya seperti dimuat Al Jazeera.


Wickremesinghe mengatakan, nama-nama yang muncul terkait rangkaian serangan bom itu adalah nama lokal. Namun dia mengatakan, para penyelidik akan memeriksa apakah para penyerang memiliki hubungan di luar negeri.

Pernyataan Wickremesinghe tentang adanya peringatan sebelumnya seakan melemparkan bola api kepada Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena yang memimpin pasukan keamanan. Hubungan presiden dan perdana menteri Sri Lanka diketahui bergejolak setelah krisis konstitusi Oktober.

Saat itu, Sirisena memecat Wickremesinghe. Hal itu memicu krisis politik selama seminggu yang berakhir dengan putusan Mahkamah Agung yang membatalkan pemecatan itu.

Presiden Sri Lanka bertanggung jawab atas polisi, tetapi Wickremesinghe mengatakan, baik dia maupun para menterinya tidak diberi informasi tentang informasi ini.

Sementara itu, Sirisena sebelumnya mengatakan dia memerintahkan satuan tugas polisi khusus dan militer untuk menyelidiki siapa yang berada di balik serangan itu serta agenda yang mereka bawa.

Serangan terkoordinasi tersebut telah menewaskan sedikitnya 207 orang dan melukai lebih dari 450 orang lainnya adalah kekerasan terburuk di negara pulau Samudra Hindia itu sejak perang saudara berakhir satu dekade lalu.

Tidak ada kelompok yang mengklaim tanggung jawab langsung atas serangan tersebut.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya