Berita

John Bolton/Net

Dunia

Korut Kritik Pernyataan Pedas Penasihat Keamanan Nasional AS

SABTU, 20 APRIL 2019 | 21:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara mengkritik seruan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Bolton menyebut bahwa Pyongyang tidak serius untuk menyerahkan senjata nuklir.

Dalam wawancara itu, Bolton mengatakan bahwa untuk membuka kemungkinan KTT ketiga Amerika Serikat dan Korea Utara, pertama-tama perlu ada indikasi nyata dari Korea Utara bahwa mereka telah membuat keputusan strategis untuk memberikan senjata nuklir.

"Bolton, penasihat keamanan nasional Gedung Putih, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, menunjukkan di atas dirinya sendiri dengan mengatakan omong kosong seperti itu," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui seperti dimuat kantor berita pusat Korea Utara KCNA (Sabtu, 20/4).


"Pernyataan Bolton membuat saya bertanya-tanya apakah mereka muncul karena tidak memahami niat para pemimpin puncak Korea Utara dan Amerika Serikat, atau apakah dia hanya mencoba untuk berbicara dengan selera humor tertentu untuk bagiannya, dengan penyimpangan sendiri," sambungnya.

"Semua hal dipertimbangkan, kata-katanya tidak memiliki pesona di dalamnya dan dia tampak redup bagi saya," lanjut Choe.

Selain itu, Wakil Menteri Korea Utara juga memperingatkan bahwa tidak akan ada gunanya jika Amerika Serikat terus melontarkan pernyataan seperti itu tanpa pertimbangan dan alasan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya