Berita

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo/Net

Pertahanan

Polri: Jumlah Akun Provokator Di Medsos Meningkat

KAMIS, 18 APRIL 2019 | 15:26 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengatakan, ada peningkatan tren terhadap akun-akun sosial media yang menyebarkan konten provokasi.

"Kalau biasanya dari hasil patroli siber itu 10-15 akun yang sebarkan konten-konten provokasi, sampai jam 9 pagi ini ada peningkatan sekitar hampir 40 persen," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/4).

Akun tersebut, sambung Dedi, rata-rata mengunggah video maupun foto yang diberikan narasi untuk mengajak masyarakat berbuat keonaran. Untuk akun-akun yang telah dilacak itu, Polri telah melakukan langkah yang diperlukan dengan melakukan koordinasi ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kominfo untuk meminta agar segera di-take down.  


"Apabila akun-akun tersebut sudah berhasil diidentifikasi, penegakan hukum adalah langkah terakhir dalam rangka untuk memitigasi terhadap akun-akun yang terus menyebarkan konten provokasi," ujarnya.

Dedi menjelaskan, konten ataupun narasi yang dianggap provokator itu rata-rata mengajak masyarakat agar bereaksi terhadap hasil dari hitung cepat alias Quick Count.

"Memang kita melihat trennya setelah ada hasil QC. Itu langsung trennya meningkat sampai pagi ini banyak sekali video yang viral baik di Youtube, IG, FB maupun di sebar di WAG. Itu sedang kita monitor," jelas mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini.

Polri meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi hasil penghitungan cepat Pemilu 2019 ini, dan tidak langsung percaya dengan konten yang tersebar melalui media sosial yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.  

"Masyarakat yang dapat share konten-konten itu tolong segera infokan ke aparat terdekat atau sudah ada aplikasi Kominfo untuk cek konten-konten hoax," pungkas Dedi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya