Berita

Capres nomor urut 01 menggunakan hak suara/RMOL

Politik

Pemilu Indonesia Di Mata Media Asing

RABU, 17 APRIL 2019 | 12:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemungutan suara dalam pemilu yang digelar hari ini (Rabu, 17/4) tidak luput dari sorotan media-media asing.

AFP mengulas, pemilu hari ini digelar setelah kampanye pahit di mana agama telah memainkan peran penting.

Pemilu kali ini menjadi semacam pengulangan karena kembali memunculkan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang berebut kursi nomor satu RI.


Namun sejumlah analis menilai bahwa suasananya sedikit berbeda karena antusiasme warga untuk Joko Widodo semakin tergerus.

"Jelas ada sedikit antusiasme untuk Widodo sekarang," kata analis risiko politik yang berbasis di Indonesia, Kevin O'Rourke seperti dimuat AFP.

"Popularitasnya masih di atas sana, tapi dia bukan sosok yang menginspirasi dia lima tahun yang lalu," sambungnya.

Sementara itu, BBC menyoroti soal platform kebijakan yang ditawarkan dua calon presiden tersebut. Sejumlah analis mengatakan, kedua pesaing utama itu tidak menghadirkan platform kebijakan yang sangat berbeda, terlepas dari pandangan mereka tentang investasi China.

"Karena itu, satu-satunya kontras yang dapat mereka tarik adalah dengan menunjukkan kepercayaan agama mereka," kata analis dan seorang rekan tamu di ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura, Made Supriatma.

Dia menyebut bahwa politik identitas mewarnai proses pemilu di Indonesia tahun ini.

"Pemilihan ini adalah 'perlombaan ke kanan', perlombaan untuk menunjukkan siapa yang lebih konservatif Islam," jelasnya seperti dimuat BBC

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya