Berita

Surat suara/Net

Politik

Quick Count Jangan Sampai Rusak Antusiasme Publik

SELASA, 16 APRIL 2019 | 20:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kehadiran mesin big data, exit poll dan quick count jangan sampai merusak antusiasme publik dalam mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Asosiasi Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia untuk Pilpres Jurdil 2019 menilai kehadiran exit poll dan quick count terkadang digunakan untuk merusak dan menggiring opini publik untuk memenangkan calon presiden dan wakil presiden tertentu.

“Pilpres jurdil dan bersih harus dilaksanakan KPU. Jangan sampai terjadi krisis kepercayaan dari rakyat,” tegas perwakilan asosiasi tersebut, Budi Riyanto.


Alumni ITB angkatan 1973 itu menyoroti rekayasa big data yang mengungkap skor 58 persen untuk pasangan calon 01 dan 41 persen untuk pasangan 02. Baginya sebaran informasi itu bagian dari sebagai rekayasa big data yang merugikan kubu Prabowo-Sandi.

“Angka rekayasa itu bakal membuat rakyat tak percaya lagi pada penyelenggara negara dan KPU. Oleh sebab itu, hal tersebut tak boleh terjadi,’’ kata Budi.

Dia menjelaskan bahwa antusiasme publik kepada kubu Prabowo-Sandi sangat tinggi di Pilpres 2019. Namun antusiasme itu kini terancam karena bayang-bayang rekayasa survei-survei, big data, dan exit poll yang bertebaran.

''Oleh sebab itu, pilpres jurdil harus dilaksanakan tanpa rekayasa. Perhitungan real count yang jurdil dari KPU sangat mutlak diperlukan. Sekali lagi, pilpres harus jurdil dan bersih dari kecurangan agar berkualitas dan bermartabat,'' pungkasnya.

Asosiai ini sendiri terdiri dari alumni sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Mulai dari alumni ITB, UI, UGM,  Unpad, Sam Ratulangi, Undip, ITB, Brawijaya,  Unair, dan ITS.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya