Berita

Foto: RMOL

Politik

Imbas Surat Suara Tercoblos, KPU Hanya Bisa Fasilitasi 3 TPS Di Malaysia

SELASA, 16 APRIL 2019 | 12:46 WIB | LAPORAN:

Pemungutan suara di Malaysia pada Minggu (14/4) lalu dipusatkan di tiga tempat.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari menjelaskan, pada mulanya, disiapkan 255 tempat pemungutan suara (TPS) untuk sekitar 126 ribu pemilih di negeri Jiran.

Namun karena ada kasus surat suara tercoblos, KPU tidak diberi akses oleh Polisi Diraja Malaysia.


"Sampai dengan Sabtu malam Minggu itu belum ada respon dari pemerintah lokal, sehingga dengan begitu, KPU mengambil kebijakan, semua TPS, 255 TPS itu harus digelar di kantor-kantor perwakilan Indonesia," katanya dalam diskusi di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (16/4).

Hasyim menyebutkan, setidaknya ada tiga tempat yang mereka siapkan untuk memfasilitasi ratusan ribu pemilih. Yakni, kantor Kedubes, Wisma Duta dan sekolah Indonesia. Tiga lokasi ini berada di Kuala Lumpur.

"Sehingga untuk yang TPS menggunakan polling station tercatat 126 ribu pemilih. Jadi bisa dibayangkan 126 ribu pemilih voting operation-nya di 170 TPS, hanya terkonsentrasi di tiga tempat," pungkasnya sembari memastikan semua WNI yang sudah datang dipastikan mencoblos.

Sebelumnya viral video yang memperlihatkan beberapa tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia bersama beberapa pihak menggerebek sebuah gudang yang isinya surat suara tercoblos. Di situ mereka menemukan surat suara sudah dicoblos pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - Maruf Amin.

Ada pula surat suara calon legislatif yang sudah dicoblos ke beberapa nama caleg. Salah satu di antaranya yakni caleg Partai Nasdem,  Davin Kirana. Davin merupakan putra dari Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana.

Untuk memastikan temuan itu, komisioner KPU dan anggota Bawaslu bertolak ke Malaysia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya