Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Rumah Mediasi Ajak Pemilih Banjiri TPS

SELASA, 16 APRIL 2019 | 05:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Memilih dan dipilih merupakan hak konstitusional warga negara yang diakui sebagai bagian dari hak atas kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan sebagaimana diatur UUD 1945.

Untuk itu, Direktur Rumah Mediasi Indonesia M. Ridha Saleh mengimbau seluruh masyarakat membanjiri tempat pemungutan suara (TPS) guna menyalurkan hak pilih pada 17 April.

Apalagi, hak untuk turut serta dalam pemerintahan negara secara langsung atau melalui wakil-wakil yang dipilih dengan bebas sudah diatur dalam hukum internasional. Khususnya pasal 21 ayat 1 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM).


"Ada dua makna eksplisit. Pertama, setiap orang berhak untuk dipilih dan memilih dalam kehidupan pemerintahan. Kedua subjek tersebut memiliki posisi yang sama dalam berpartisipasi dalam kehidupan pemerintahan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/4).

Ridha Saleh menjelaskan, hak pilih yang melekat pada diri seseorang merupakan hal penting. Sebab, berdasar konsensus politik, tidak semua warga negara diberi kewenangan hak pilih. Hak tersebut dibatasi oleh umur dan hal-hal lain.

"Jadi hak pilih itu berhubungan erat dengan tingkat kesadaran dan pengetahuan seseorang. Tidak hanya kepada siapa yang dipilihnya akan tetapi hal yang lebih penting adalah ikut serta dalam menentukan masa depan kehidupanya dalam bernegara," paparnya.

Kepada penyelenggara pemilu baik Komisi Pemilihan Umum maupun Bawaslu harus melaksanakan dan mengawasi jalannya pemilu dan memastikan setiap warga negara menggunakan hak pilih.

"Jadi hak pilih jangan sampai dibatasi atau dihilangkan karena alasan teknis seperti waktu atau kendala-kendala teknis lainnya yang menyebabkan hilangnya hak pilih sesorang," pungkas Ridha Saleh.  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya