Berita

Prabowo dan Sandiaga/Net

Publika

Prabowosandinomics

MINGGU, 14 APRIL 2019 | 02:31 WIB | OLEH: SYAHGANDA NAINGGOLAN

DALAM acara nobar yang dilakukan Probo8, relawan Prabowo Sandi di Sate Perawan Tebet, saya dan Dr. Perdana Wahyu Santosa, ekonom, sebagai komentator di situ merumuskan pikiran2 Prabowo-Sandi dalam menyelesaikan  masalah2 ekonomi ke depan.

Kami menyebutnya sebagai Prabowosandinomics karena pikiran2 mereka tentang pembangunan ekonomi dan sosial ke depan, yang disampaikan kepada rakyat Indonesia, tentu telah melalui berbagai kajian dan interaksi mereka dengan berbagai lapisan masyarakat selama khususnya intensif 8 bulan ini dan tentunya selama mereka menjadi oposisi selama hampir 5 tahun ini. Sebagai oposisi alias penantang, Prabowo sandi tentu sudah mengamati dan menyiapkan rumusan dan strategi mereka ke depan. Dan Prabowosandinomics inilah yang disaksikan seluruh rakyat kita malam ini.

Lalu apa saja Prabowosandinomics itu?


Pertama, Arah Pembangunan. Arah pembangunan selama ini salah arah. Prabowosandinomics melihat ini bukan kesalahan pada tingkat implementasi, tapi soal arah. Soal arah yang salah terkait dengan untuk siapa pembangunan itu dilakukan dan keberpihakan pada siapa ekonomi itu dimaksudkan. Pembangunan ekonomi selama ini berlangsung untuk kepentingan asing dan penghisapan asing. Itu sudah berlangsung lama.

Pembangunan ekonomi yang salah arah artinya kesalahan pada tingkat falsafah. Ekonomi kapitalisme ala neoliberal selama ini berjalan melawan pasal 33 UUD 45.

Prabowosandinomics ingin bersumber pada ekonomi konstitusi dan konstitusi ekonomi. Negara harus menguasai ekonomi dan perekonomian untuk kepentingan rakyat. BUMN2 harus dikelola untuk menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Regulasi dilakukan untuk mengendalikan peran negara untuk memastikan rakyat diuntungkan. Economic of growth bukan untuk melayani kepentingan segelintir elit, tapi untuk rakyat banyak menyeluruh.

Keberpihakan pada rakyat dimaksudkan agar pertumbuhan ekonomi dipastikan untuk pemerataan, bukan untuk menjaga kesenjangan yang ada.

Keberpihakan dimaksudkan pula untuk memastikan pertumbuhan terkait dengan penciptaan lapangan kerja, di mana lapangan kerja terbuka luas dan harga harga2 terjangkau.
Dan juga produktifitas masyarakat secara sektoral maksimal.

Kedua, Industrialisasi.

Prabowosandinomics akan mengimplementasikan arah pembangunan bertumpu pada Industrialisasi.  Selama ini bangsa kita menjadi bangsa pengimpor. Doyan impor. Perdagangan defisit. Dengan Industrialisasi, berbagai kebijakan substitusi impor dan promosi ekpor dijalankan kembali. Kebijakan ini akan mendorong kemandirian bangsa dan sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Tanpa Industrialisasi, melainkan terlalu fokus pada infrastruktur, Indonesia tidak mungkin menahan gempuran produk2 asing itu. Bahkan, infrastruktur bisa juga dimaknai untuk mempercepat penetrasi produk2 asing itu ke desa2.

Ketiga, Lapangan Kerja. Prabowosandinomics mengusahakan 15 juta lapangan kerja tercipta selama 5 tahun. Kombinasi kebijakan makro yang mendorong pertumbuhan di atas 5% pertahun, Industrialisasi, mencetak entrepreneur dan secara mikro mencetak rumah siap kerja, target 15 juta lapangan kerja direncanakan tercapai. Lapangan kerja merupakan fokus dari pembangunan. Pertumbuhan yang hanya bersandar pada  angka 5% merupakan "jebakan 5%", jika tidak mampu menghasilkan lapangan kerja.

Keempat. Harga-harga murah dan terjangkau. Prabowosandinomics sudah memastikan akan menurunkan harga listrik. Begitu juga harga harga kebutuhan pokok. Menurunkan harga listrik dalam pidato Prabowo di GBK beberapa waktu lalu dapat dilakukan dalam 100 hari pemerintahan Prabowo Sandi. Dengan memangkas rente dan efisiensi sektor kelistrikan, penurunan harga akan terjadi.

Harga-harga bahan pokok lainnya juga akan diturunkan dengan melawan mafia perdagangan yang menguasai rente ekonomi. Anomali selama ini adalah memuja impor namun harga2 tetap tinggi. Prabowosandinomics akan menurunkan harga tanpa merusak nilai jual petani dan nelayan.

Kelima. Berpihak kepada pengusaha2 nasional. Pembangunan harus berpihak pada pengusaha2 nasional, baik BUMN maupun swasta.

Keenam. Meningkat  penerimaan pajak dan rationya. Penerimaan pajak dan ratio penerimaan pajak/GDP akan ditingkatkan. Ratio penerimaan dari sekitar 10% akan dikembangkan menjadi sekitar 15% secara gradual. Prabowosandinomics akan memecah kementerian keuangan atau memisahkan institusi penerimaan pajak dalam sebuah badan yang langsung di bawah Presiden.

Prabowosandinomics akan memperbesar PTKP (Penerimaan Tidak Kena Pajak) individual sehingga menggairahkan ekonomi di satu sisi, di sisi lain akan memperbesar cakupan luas pembayar pajak korporasi.

Ketujuh. Pusat ekonomi Syariah. Prabowosandinomics akan membangun Bank Tabungan Haji. Bank ini dimaksudkan untuk memaksimalkan fungsi keuntungan dana dana haji ini. Selain itu, Indonesia akan didorong menjadi pusat keuangan Syariah dunia, mengungguli Malaysia dan Hongkong.

Ke 08. Maksimalkan kesejahteraan rakyat. Prabowosandinomics akan memutahirkan data kemiskinan dan pengangguran yang ada. Pemutahiran data akan dikoneksikan dengan e-ktp yang ada, tidak perlu kartu2 lainnya.

Dengan data pengangguran dan kemiskinan yang akurat, rakyat akan diproteksi dari kehidupan marginal.
Selain meneruskan bantuan desa, BPJS Kesehatan yang baik dan bantuan sosial yang ada, pengarusutamaan gender (peran wanita) akan dilakukan dalam menggerakkan perekonomian ditingkat akar rumput.

Itulah Prabowosandinomics yang jadi acuan kita jika insya Allah Prabowo Sandi menang nantinya. Tentu rakyat berharap itu dapat menjadi nyata.
Penulis adalah Dewan Direktur Sabang Merauke Circle.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya