Berita

Mohammad Jumhur Hidayat/Net

Publika

Surat Untuk Mohammad Jumhur Hidayat

SABTU, 13 APRIL 2019 | 13:51 WIB | OLEH: DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN*

WELCOME back Jumhur Hidayat. Saya telah menyaksikan gerakan bung beberapa hari terakhir ini. Pertama saya membaca surat terbuka bung 7 hari yang lalu, yang menyatakan bahwa Trisakti Bung Karno tidak bung temukan dalam pemerintahan Jokowi, yang bung dukung selama 4,5 tahun ini.

Kedua, saya mengetahui bung ada di sekitar panggung lapangan Sriwedari Solo, 10 April, pada saat kampanye Prabowo. Bung menunjukkan bagian dari perjuangan rakyat semesta melawan rezim neokolim ini.

Ketiga, bung mengkordinasikan deklarasi "Relawan Kapok Pilih Jokowi" kemarin di Monas.


Terus terang, saya bahagia bung menemukan jalan kembali seteleh bung tersesat bertahun-tahun. Jalan kita sejak dulu memang jalan terjal dan berliku-liku. Sebab, sebagaimana buku bung "Surat-surat Dari Penjara", menggambarkan bahwa jalan Trisakti bukanlah jalan yang bisa dinakhodai anak-anak manja apalagi buta politik.

Jalan Trisakti hanya bisa dilakukan manusia-manusia gila seperti Bung Karno dan seperti bung, yang hidupnya dari penjara ke penjara, dan terkader secara politik baik pada tingkat konsepsional maupun praxis.

Memperjuangkan kedaulatan rakyat ala Bung Karno dan ala Bung Hatta berarti membenturkan perjuangan itu sendiri berkontradiksi dan berkontestasi dengan kepentingan kapitalisme global dan kaum kapitalis serta kolaburator-kolaburatornya di dalam negeri alias komparador.

Mereka adalah kekuatan penindas yang dengan segala cara akan membayar mahal untuk menguasai seluruh bangsa-bangsa, termasuk bangsa kita tercinta ini, untuk mengeruk seluruh sumberdaya alam kita dan menjadikan korporasi-korporasi mereka, sejak jaman VOC sampai Wallstreet, mengontrol dunia.

Bung sebagai kader bangsa, yang mengalami penjara dan kehidupan "up and down", "from dust to the dust", berkeringat basah dengan kaum buruh, tani dan miskin kota, tentunya paham betul kejamnya kaum kaum kapitalis.

Tapi, itu adalah sebuah resiko perjuangan yang kita sadari sejak kita lantang berteriak-teriak berdemo diantara bunga-bunga dan daun-daun Bougenvil di pelataran kampus tercinta ITB.

Setiap orang juga tentu punya masa-masa tersesat seperti juga Bung Karno yang sempat menjadi mandor Romusha, yang membuat terbunuhnya ribuan pekerja buruh di masa pendudukan Jepang.

Namun, sebagaimana kata pepatah, bukan seberapa kali kita tersesat, dan bukan seberapa kali kita terjatuh, namun seberapa kali kita mampu bangkit dan menempuh jalan perjuangan itu, itulah yang penting.

Terakhir, umur kita bukan umur muda lagi. Mungkin sisa hidup politik kita pun tidak lama lagi. Dalam sesi akhir kehidupan ini, tentunya kita harus dicatat Allah SWT dan anak-anak kita bahwa sepanjang hidup kita, ketika kita berpolitik, bung dan saya, termasuk orang-orang yang sama derajatnya dengan para "founding fathers". Artinya, kita segaris dengan mereka sejak muda hanya memikirkan kedaulatan bangsa kita, memikirkan nasib rakyat kita, melebihi keluarga kita.

Demikian surat saya ini. Semoga surat ini membuka jalan kembali bagi kemungkinan persahabatan kita yang terputus saat ini. Karena sesungguhnya, meskipun kita pernah merasa bersaudara, karena kita sama-sama di Student Centre ITB dan sama-sama di penjara Banceuy/Kebonwaru, namun sesungguhnya persaudaraan sejati itu ada pada kesamaan kita berada dalam ikatan penderitaan rakyat. Salam hormat.

Penulis adalah Dewan Direktur Sabang Merauke Circle.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya