Berita

Ilustrasi Prabowo Subianto/Amelia Fitriani

Politik

Nikkei Asian Review: Gerakan Hijrah Milenial Gerogoti Popularitas Jokowi?

RABU, 10 APRIL 2019 | 21:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gema "Allahu Akbar!" serta slogan-slogan pro Prabowo Subianto menggema di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta dalam kampanye akbar calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 akhir pekan kemarin (Minggu, 7/4).
 
Lebih dari 200 ribu orang rela berdesak-desakkan dan bahkan berkumpuk sejak subuh di GBK demi menghadiri kampanye akbar itu. Mereka datang dari berbagai daerah dan kalangan. Tidak sedikit anak-anak muda generasi milenial yang hadir.
 
"Naik, naik Prabowo-Sandi, turun, turun Jokowi," begitu salah satu slogan yang lantang terdengar.
 

 
Prabowo mengobarkan semangat dalam kampanye itu lewat pidatonya yang berapi-api.
 
Mantan jenderal Angkatan Darat itu lantang menentang klaim rivalnya, petahana Joko Widodo (Jokowi) atas pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan serta pembangunan infrastruktur.
 
Prabowo mengatakan bahwa Jokowi justru membuat perusahaan-perusahaan milik negara berutang.
 
"Rakyat Indonesia menginginkan perubahan. Mereka tidak ingin dibohongi lagi. Mereka sekarang menuntut pemerintah yang memiliki akal sehat, yang akan bekerja untuk seluruh rakyatnya," tegas Prabowo.
 
Di hari yang sama namun di lokasi yang berbeda, Jokowi calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin menggelar melaksanakan kampanye di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
 
Acara yang ditujukkan untuk menggaet simpati kaum muda itu semula diperkirakan akan menarik belasan ribu orang. Namun pada kenyataannya, hanya sekitar tujuh ribu orang yang datang pada kampanye itu.
 
Dalam kesempatan tersebut, nada bicara Jokowi cenderung santai.
 
"Saya senang kalian semua datang ke sini," kata Jokowi.
 
"Hanya ada 10 hari (sampai pemilihan). Berhati-hatilah untuk tidak bubar karena tipuan, fitnah, kebohongan. Tolong ajak teman-temanmu, keluarga untuk pergi ke TPS berbondong-bondong," sambungnya.
 
Nikkei Asian Review awal pekan ini mengulas momentum yang tampak berhasil diambil Prabowo dengan memangkas kekuatan Jokowi dalam hal merebut suara kaum muda atau generasi milenial.
 
Prabowo tampaknya mendapat manfaat dari meningkatnya gerakan hijrah yang marak dilakukan generasi milenial Indonesia.
 
Hijrah yang dimaksud merujuk pada upaya muslim untuk menjalani transformasi spiritual dengan meninggalkan gaya hidup sekuler, hedonistik untuk menjadikan Islam sebagai bagian yang lebih besar dari kehidupan mereka.
 
Untuk digarisbawahi, generasi milenial secara luas digambarkan sebagai mereka yang lahir antara awal 1980an hingga awal 2000an. Kelompok ini memainkan peran penting dalam pemilu kali ini. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperkirakan, generasi milenial mewakili 40 persen pemilih yang memenuhi syarat di Indonesia.
 
"Milenial membentuk kelompok usia terbesar di antara para pemilih. Mereka adalah orang-orang yang akan menentukan masa depan Indonesia," kata analis politik dan kepala eksekutif perusahaan riset Alvara Research Center Hasanuddin Ali.
 
Generasi milenial adalah basis pemilih yang yang membantu mengantarkan Jokowi ke kursi nomor satu RI dalam oemilu 2014 lalu.
 
Jokowi pada saat itu muncul sebagai seorang reformator berwajah segar dan orang luar yang tampak tidak memiliki rekam jejak bermasalah.
 
Dia menarik simpati orang-orang muda yang sudah bosan dengan politisi pengawal lama yang terikat dengan rezim otoriter 32 tahun Suharto.
 
Prabowo, di sisi lain, dilihat sebagai perwujudan penjaga lama itu. Bukan tanpa alasan, selain mantan menantu Soeharto, Prabowo juga merupakan perwira militer berpangkat tinggi yang disebut-sebut memiliki kaitan dalam penumpasan aktivis demokrasi selama pergolakan politik tahun 1998.
 
Namun kini, dukungan generasi milenial untuk Jokowi tampak mulai tergelincir. Nikkei Asian Review memperkirakan bahwa hal ini kemungkinan merupakan cerminan dari perubahan sikap yang lebih luas di kalangan generasi milenial.
 
Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil survei bulan Maret lalu yang dilakukan oleh Litbang Kompas. Survei itu menunjukkan persaingan ketat antara kedua kandidat di antara para pemilih milenial. Bagi mereka yang berusia antara 22 dan 30, kesenjangan antara peringkat persetujuan kandidat adalah 8,1 persen dan bagi mereka yang berusia antara 31 dan 40, adalah 6,9 persen.
 
Bahkan, dalam survei yang sama ditemukan bahwa Prabowo memimpin di antara pemilih pemula, atau disebut juga Generasi Z.
 
Toto Suryaningtyas, seorang peneliti di Litbang Kompas, mengatakan gerakan hijrah di kalangan milenial telah memainkan peran dalam erosi popularitas Jokowi.
 
"Fenomena meningkatnya keterikatan pada budaya dan nilai-nilai agama jelas memiliki dampak. Khotbah di masjid sekarang sering diarahkan untuk mendukung Prabowo," jelasnya.
 
Dia menambahkan bahwa khotbah yang sama sering menyerang kebijakan Jokowi yang dunilai bertanggung jawab untuk memacu ketidakadilan dan kemiskinan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya