Perangko penanda 70 tahun hubungan Indonesia-AS/RMOL
Hubungan diplomasi Indonesia-Amerika Serikat (AS) telah menginjak usia 70 tahun. Hal ini dirayakan dengan meluncurkan prangko khusus dan meluncurkan program #IndonesiaUSA70th Youth Ambassador.
Indonesia dan AS melalui Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar AS merayakan hubungan kedua negara di Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta Pusat, Rabu (10/4).
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AM Fachir mengatakan, hingga saat ini Indonesia dan AS menikmati hubungan kerja sama yang baik sejak Desember 1949 dengan berbagai pengalaman melalui berbagi nilai dan ide-ide demokratis.
"Kerja sama yang berdasarkan berbaginya tanggung jawab untuk mengalamatkan perubahan isu global dan tantangan yang sama. Kerja sama juga menginisiasi beberapa dialog dalam isu-isu strategis antara dua negara," ungkap Fachir.
Di tengah meningkatnya tensi ekonomi dan politik di dunia saat ini, Fachir mengatakan Indonesia dan AS akan mengedepankan kepercayaan dan membangun kesepahaman.
"Kedua negara dikenal dengan perbedaan mereka, dalam merayakan perbedaan ini kami akan terus menguatkan kontak orang ke orang melalui berbagai aktivitas yang akan membantu kedua negara dengan tujuan untuk mendidik dan menyentuh publik sebagai dasar hubungan bilateral yang lebih kuat," tuturnya.
Sebagai persembahan hubungan diplomasi kedua negara, Kemlu dan Kedutaan AS untuk Indonesia bekerjasama dengan PT Pos Indonesia meluncurkan perangko peringatan dengan desain yang dibuat secara selektif dan hati-hati.
"Ini memastikan kerja sama kita yang melintasi lautan dan bagaimana kita memeliharanya. Dan saya berharap akan tetap berlanjut selama bertahun-tahun ke depan, prangko ini akan dipajang di museum Filateli di Jakarta," kata Fachir.
Selain Prangko, perayaan ini sekaligus merilis tahun ke delapan Indonesia-AS youth ambassadors program yang bernama
"The outside the group for the world". "Tahun ini akan dipilih 10 pemuda berbakat dari seluruh penjuru Indonesia, mereka akan berpartisipasi dalam program selama tiga minggu di kedua negara, Indonesia dan AS. Akhirnya mereka akan membagikan ide mereka mengenai bagaimana cara untuk mengembangkan hubungan Indonesia dan AS dari perspektif pemuda," jelasnya
Fachir percaya hubungan Indonesia-AS akan terus berkembang menguat.
"Hubungan Indonesia dan AS tidak akan berhenti setelah perayaan ini, tapi terus berlanjut di masa depan untuk kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat di kedua negara dan lebih dari itu bagi dunia," tandasnya.