Berita

Ilustrasi Waterway/Net

Nusantara

Alternatif Atasi Kemacetan, Pemkot Tangerang Realisasikan Waterway

RABU, 10 APRIL 2019 | 20:32 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan merealisasikan pengembangan moda transportasi publik dengan memanfaatkan Sungai Cisadane sebagai jalur utamanya atau dikenal dengan 'Waterway'.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan kemacetan yang saat ini sudah mencapai titik jenuh, sehingga perlu terobosan baru guna mengatasi permasalahan klasik yang kerap terjadi di kota-kota besar seperti Kota Tangerang.

Demikian disampaikan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2023, di Gedung Eks Borobudur Cimone, belum lama ini.


"Kita menargetkan beberapa proyek strategis ini bisa diwujudkan dalam lima tahun ke depan,” ujar Arief.

Beberapa proyek yang akan segera diwujudkan dalam lima tahun ke depan yaitu, rencana pembangunan moda transportasi berbasis sungai atau 'Waterway' yang diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kemacetan serta alat transportasi alternatif bagi warga Kota Tangerang.

Selain itu, moda transportasi yang akan memanfaatkan Sungai Cisadane, sebagai jalur utamanya ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke kota yang dijuluki 'Akhlakul Karimah' itu.

"Saya berharap agar hal ini segera di rencanakan secara serius dan matang, sehingga warga Kota Tangerang bisa menikmati sarana transportasi publik yang nyaman, sekaligus bisa dilakukan jadi wisata alternatif,” ujar Arief.

Sementara Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menyampaikan, Pemkot Tangerang saat ini terus berupaya membuat terobosan dan inovasi dalam mengatasi persoalan kemacetan serta penyediaan transportasi massal yang aman, nyaman dan representatif bagi warga.

"Rencananya, perahu bisa melayani warga yang menggunakan transportasi air di aliran Sungai Cisadane wilayah Kota Tangerang sampai perbatasan kawasan Summarecon Serpong,” kata Wahyu.

Selain itu, lanjut Wahyu, pihaknya terus melakukan kordinasi dan bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta, guna mengatasi persoalan kemacetan secara komprehensif dan menyeluruh. Mengingat Kota Tangerang berbatasan langsung dan juga daerah penyangga utama ibu kota.

"Jadi, penanganannya harus terintegrasi," katanya.

Penerapan busline yang terintegrasi dengan Busway hingga kerja sama dengan DKI Jakarta dalam memperpanjang rute busway merupakan upaya pemkot untuk memberikan yang terbaik khususnya buat warga Kota Tangerang.

Selanjutnya, kata Wahyu, Pemkot Tangerang pun merencanakan untuk membuat kereta api ringan atau Light Rapid Transit (LRT) yang melintas juga di Tangerang Selatan hingga ke wilayah Kabupaten Tangerang. Selain

"Kita juga mendorong pengembangan MRT (Mass Rapid Transit) untuk koridor Timur-Barat tahap dua, yang saat ini masih direncanakan, nantinya bisa melewati wilayah Kota Tangerang," katanya .

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya