Berita

Rosmah Mansor/Net

Dunia

Istri Najib Razak Kembali Dijerat Kasus Korupsi Proyek Panel Surya Sarawak

SELASA, 09 APRIL 2019 | 21:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Istri mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, yakni Rosmah Mansor akan dituntut di pengadilan karena korupsi proyek tenaga surya untuk sekolah-sekolah pedesaan di Sarawak, besok (Rabu, 10/4).
 
Ini akan menjadi kali kedua Rosmah dijerat dengan kasus korupsi proyek tersebut.
 
Langkah itu diumumkan oleh Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) pada Selasa (9/4) Dikabarkan Bernama, pihak MACC telah memperoleh persetujuan dari Kamar Jaksa Agung untuk mengajukan tuntutan terhadap Rosmah.
 

 
Wanita berusia 67 tahun itu akan dijerat berdasarkan Bagian 16 (A) (a) UU MACC.
 
Sebelumnya pada 15 November tahun lalu, Rosmah mengaku tidak bersalah di Pengadilan Sesi untuk dua tuduhan korupsu di mana dia disebut meminta 187,5 juta ringgit dan menerima 1,5 juta ringgit untuk proyek-proyek penyediaan energi matahari untuk 369 sekolah pedesaan di Sarawak.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya