Berita

Pengamat Politik Igor Dirgantara/Net

Politik

Haramkan Koalisi Dengan PKS Tanda PSI Bingung Dan Takut Gagal

SELASA, 09 APRIL 2019 | 17:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni yang mengharamkan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai sebagai bentuk ketidakdewasaan PSI dalam berpolitik.

"Jelas itu belum dewasa dalam berpolitik. Sebagai partai baru tampak bingung harus bagaimana supaya lolos parliamentary threshold 4%," kata Pengamat Politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (9/4).

Dalam berpolitik, kata Igor, mustahil sebuah partai bisa berkembang jika membentengi diri untuk berkoalisi. Ia pun mencontohkan koalisi antara PDIP dan PKS di beberapa daerah dalam Pilkada serentak 2018. Padahal kedua partai ini berseberangan di Pilpres 2019.


Tak hanya itu, sistem presidential threshold yang digunakan di Indonesia juga menjadi keharusan partai politik untuk berkoalisi.

"Dalam politik adagium, tidak ada teman yang abadi, kecuali kepentingannya sudah mendarah daging. Di Indonesia, koalisi partai adalah sebuah keharusan dan tidak pernah bersumber pada platform ideologi," sambungnya.

Atas dasar itu, Direktur Survei and Poliing Indonesia (SPIN) ini melihat manuver PSI tersebut sebagai bentuk kebingungan lantaran tak percaya diri lolos ke legislatif.

"Sangat mungkin kalau PSI memang sudah yakin tidak bakal lolos ke Senayan di Pemilu Legislatif 2019. Itu sebab PSI banyak melontarkan pernyataaan kontroversial yang kontraproduktif bagi elektabiltasnya," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya