Berita

Raja Juli Antoni/Net

Politik

Haramkan Koalisi Dengan PKS, Bukti Sekjen PSI Tak Paham Politik

SELASA, 09 APRIL 2019 | 17:23 WIB | LAPORAN:

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni dinilai tidak memahami politik dengan baik saat menyebut partainya haram berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pengamat Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menerangkan, setidaknya ada dua kesalahan yang dilakukan Raja Juli dalam pernyataan tersebut. 

"Pertama, keliru karena kaku memahami politik. Padahal dalam politik praktis tidak ada kawan atau lawan abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi. Pada titik tertentu memungkinkan PSI bertemu kepentingan dengan PKS," ujar Ubedilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (9/4).


Raja Juli juga dinilai salah karena menghukumi haram berkoalisi dengan partai lain, dalam hal ini PKS. "Kedua, Raja Juli keliru memberi hukum haram berkoalisi. Padahal politik itu area ijtihadiah, yang tidak bisa dihukumi haram," imbuhnya.

Selain dua kesalahan tadi, pernyataan Raja Juli juga mengisyaratkan kesadaran PSI yang tidak akan memenuhi Parliamentary Threshold 4%, alias tidak lolos ke Parlemen pada Pileg 17 April nanti.

"Karena tidak lolos 4 % maka tidak mungkin bisa berkoalisi, lolos parliamentary threshold aja tidak," pungkas Ubedilah.

Diwartakan sebelumnya, Sekjen PSI menyebut partainya haram berkoalisi dengan PKS. Bukan main-main, keharaman berkoalisi itu berlaku untuk semua level, mulai dari Pilpres hingga Pilkada provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya