Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Elektabilitas Petahana Cenderung Turun, Prabowo-Sandi Berpeluang Menang

SELASA, 09 APRIL 2019 | 16:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berpeluang besar memenangkan Pilpres 2019.

"Elektabilitas tertutup untuk capres-cawapres yakni Jokowi-Maruf memperoleh 48,8 persen dan Prabowo-Sandi memperoleh 43,3 persen," ujar Direktur Voxpoll Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta, Selasa (9/4).

Dia menjelaskan, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin masih unggul sekitar 5,5 persen dari Prabowo-Sandi. Namun, selisih itu belum dihitung dengan undecided voter atau yang belum menentukan pilihan masih mencapai 7-9 persen suara.


"Undecided voternya tujuh sampai sembilan persen. Hari ini boleh dikatakan Pak Jokowi menang di atas kertas tapi di TPS nanti masih bisa saja tak menutup kemungkinan Pak Prabowo menang," tutur Pangi.

Elektabilitas petahana yang trend-nya stagnan bahkan cenderung menurun pun bisa menjadi ancaman bagi pasangan Jokowi-Maruf. Belum lagi elektabilitas petahana masih di bawah 50 persen.

"Jokowi-Maruf elektabilitasnya cenderung stagnan bahkan menurun satu sampai dua persen. Meskipun masih unggul 5,5 persen, Jokowi-Maruf masih belum aman sebagai incumbent yang di bawah 50 persen elektabilitasnya," papar Pangi.

Survei Voxpoll sendiri dilakukan pada 18 Maret hingga 1 April terhadap 1.600 responden di 34 provinsi. Menggunakan metode multistage random sampling, hasil survei mendapati tingkat kesalahan kurang lebih 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya