Berita

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu/Net

Politik

Said Didu: Kementerian BUMN Jadi Ormas Di Pilpres?

SELASA, 09 APRIL 2019 | 16:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu kembali mengungkap fakta bahwa Kementerian BUMN dan BUMN-BUMN diduga cawe-cawe pada Pilpres 2019, yaitu memenangkan Capres petahana Joko Widodo.

Said Didu lewat akun twitternya memposting surat Kementerian BUMN yang ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian ESDM Imam Apriyanto Putro pada 5 April 2019, perihal Aktivasi LinkAja Keluarga Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN untuk Puncak HUT 13 April 2019.

Dalam surat itu dinformasikan, puncak HUT Kementerian BUMN dan BUMN Bersama direncanakan dihadiri sekitar 150 ribu orang keluarga besar Kementerian BUMN dan BUMN.


Said Didu mengatakan, pengerahan massa yang mewajibkan keluarga karyawan BUMN untuk ikut acara HUT, dan sebelumnya BUMN Bersama bagi-bagi sembako, jadi pertanyaan apakah Kementerian BUMN sudah menjadi ormas di Pilpres kali ini.

"Apakah @KemenBUMN sudah menjadi ormas sehingga perayaan ulang tahun harus mengumpulkan BUMN dan keluarga BUMN sampai 150.000 orang? Ini jelas-jelas abuse of power. Mari selamatkan BUMN," tulis dia dia akun ‏@saididu.

Sebelumnya, Said Didu menyebutkan, Kementerian BUMN cawe-cawe Pilpres dengan membagi-bagi sembako oleh BUMN-BUMN. Jutaan paket BUMN sudah "didistribusikan" ke beberapa daerah.

Dan parahnya, BUMN-BUMN yang beralamat di Sumatera "diminta" bagi-bagi sembako hingga ke pulau Jawa.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya