Berita

Mohammad Abdul Mujib/Dok

Politik

KH. Mujid: Jangan Biarkan Masjid Dibawa Ke Politik Praktis !

SELASA, 09 APRIL 2019 | 15:46 WIB | LAPORAN:

Tempat ibadah, khususnya masjid sebaiknya tidak dijadikan sebagai ajang kampanye atau memihak suatu golongan politik.

Sebab berbagai pemahaman ajaran Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadyah, Sarekat Islam, dan Persaudaraan Muslimin Indonesia bisa berada di dalam masjid.

Demikian pandangan pimpinan Pondok Pesantren As Sa'ada, Mohammad Abdul Mujib dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/4).


"Biarkan masjid digunakan untuk mewadahi seluruh aliran keagamaan tersebut. Jika masjid sebagai sarana ibadah lantas dibawa ke politik praktis juga akan berimbas kepada kelompok-kelompok aliran tersebut," pinta Abdul Mujib yang juga wakil rois Suriah pengurus cabang Nahdatul Ulama (NU) Depok ini.

"Namun untuk nilai-nilai kejujuran dan kebangsaan, politik praktis sebaiknya jangan dibawa ke dalam masjid," imbuhnya.

Apalagi sekarang ini, lanjut dia, dengan maraknya ujaran kebencian yang masuk ke dalam masjid, orang yang semula datang untuk mencari ketenangan justru nenjadi gelisah dan marah karena provokasi.

Mewakili kalangan ulama, ia berharap semua pemuka agama untuk bersama-sama mengembalikan fungsi masjid sesuai dengan peruntukkannya. Yakni, fungsi yang asli yang tidak membawa politik praktis.

"Jika ada yang menginginkan masjid dijadikan sebagai ajang politik praktis, lebih baik dilaksanakan di luar masjid saja," tegasnya.  

Menurut dia, tugas bersama para tokoh masyarakat atau pemuka agama untuk memberikan pencerahan (pemahaman) kepada masyarakat karena hanya butuh waktu sebentar.

"InsyaAllah ke depan, ketika masyarakat makin terdidik dan terpelajar akan makin terpahami fungsi agama dan kedudukannya dalam berpolitik," harap Mujid.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat luas harus segera diberi pencerahan dan pemahaman.

Meski muncul kekhawatiran akan adanya gesekan kecil di tengah masyarakat karena penyalahgunaan fungsi tempat ibadah, namun secara umum Mujid optimistis Pemilu kali ini akan berjalan aman dan damai. 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya