Berita

Capres dan cawapres 02, Prabowo-Sandi/Repro

Politik

Survei Amerika Sebut Jokowi-Maruf 36 Persen, Prabowo-Sandi 51 Persen

SELASA, 09 APRIL 2019 | 14:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gelaran pemilihan presiden 2019 turut diramaikan oleh lembaga survei asal Amerika bernama Precision Public Policy Polling (PPPP). Lembaga ini melakukan survei terkait kecenderungan masyarakat untuk memilih presiden dan wakil presiden pada 17 April mendatang.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 22 Maret-4 April 2019, pasangan Prabowo-Sandi kokoh dengan persentase 51 persen.

"Sebanyak 36 persen memilih 01 dan 51 persen memberikan suaranya pada Prabowo-Sandi. 13 persen belum menentukan pilihannya," kata Direktur Operasi PPPP, Jokovic Martinez dalam siaran persnya, Senin (8/4).


Tingkat keterpilihan kubu 02 juga masih tinggi saat responden hanya disuguhkan sosok calon presiden tanpa cawapres. Capres petahana, Jokowi dipilih oleh 38 persen responden sedangkan yang memilih Prabowo sebanyak 40 persen.

Jokovic Martinez mengatakan, rendahnya keterpilihan petahana lantaran banyak pemilih yang merasa tak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi. Setidaknya, 58 persen masyarakat menganggap kinerja pemerintahan Jokowi buruk.

"Dari 3.032 responden, 58% menyatakan bahwa Indonesia sedang dikelola oleh pemerintahan Joko Widodo memburuk. Indonesia dianggap dalam ancaman utang yang makin meningkat naik 69% menjadi Rp 4.416 triliun pada 2014-2018," lanjutnya.

Dalam temuan survei ini, 54 persen resonden menginginkan sosok presiden baru. Sedangkan yang menginginkan Jokowi kembali jadi presiden hanya 37 persen. 9 persen responden tidak memeberikan jawaban.

"54 persen responden mengganggap Jokowi tidak menjalankan pemerintahan dengan benar yang menghasilkan clean government dan banyak temuan bocornya uang negara yang digunakan untuk proyek infrastruktur," paparnya.

Survei ini dilakukan terhadap 3.032 responden warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih di 2019. Responden diambil dari 800.091 TPS di 499 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Metode survei dilakukan dengan wawancara melalui sambungan telepon yang dilakukan oleh staf profesional peneliti survei terlatih (agen langsung) dari pusat panggilan telepon Precision Public Policy Polling di Jakarta. Margin of error +/-  1,78% pada tingkat kepercayaan 95%.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya