Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

Aksi Kekerasan Oleh Pendukung Capres 01 Bikin Yogyakarta Tak Seperti Biasanya

SELASA, 09 APRIL 2019 | 13:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan sisi lainnya dalam dinamika politik nasional jelang Pemilu 2019.

Anggota Dewan Penasihat BPN Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid menyebutkan, dua hari belakangan terjadi kerusuhan dan aksi kekerasan oleh kelompok pendukung Pilpres 2019.

"Dua hari berturut-turut terjadi penyerangan yang kemudian menghadirkan sesuatu yang tidak sesuai dengan Yogyakarta," ujar Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4).


Dua kejadian tersebut adalah aksi pemukulan oleh sekelompok pendukung paslon 01 yang melukai anggota Panwaslu, TNI dan seorang warga sipil di Kulon Progo.

Terkini, pasca kampanye terbuka Capres Prabowo Subianto di Stadion Kridosono, ada dua pendukungnya yang menjadi korban penganiayaan dan dipaksa salam jempol khas paslon 01.

Lalu apa yang dikatakan Prabowo kepada pendukungnya yang menjadi korban?

"Beliau tidak pernah mengatakan lawan ataupun serbu, itu enggak pernah," kata Hidayat yang juga Wakil Ketua MPR RI.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya