Berita

Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Pengamat Sebut Big Four Mampu Yakinkan Swing Voters untuk Pilih Prabowo-Sandi

SELASA, 09 APRIL 2019 | 05:13 WIB | LAPORAN:

Tokoh-tokoh nasional yang berada di barisan Paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai belum cukup mampu untuk menggerus elektabilitas Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, meski demikian, keberadaan tokoh senior sangat penting untuk meyakinkan para pemilih mengambang (swing voters).

Demikian disampaikan oleh Pengamat Politik Adi asal UIN, Adi Prayitno menanggapi efektivitas keberadaan empat tokoh "big four", Rizal Ramli, Rachmawati Soekarnoputri, Titiek Soeharto dan Hashim Djojohadikusumo, dalam barisan Prabowo-Sandi.

"Kalau menggerus elektabilitas 01 tidak mungkin, agak sedikit susah, karena 01 memiliki basis loyalitas yang solid. Paling mungkin adalah bagaimana mengubah persepsi kelompoks swing voters, yang angkanya cukup besar, 13 persen," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/4).


Ia menjelaskan, para pemilih mengambang sesungguhnya adalah kelompok kritis, yang kecewa terhadap pemerintahan Jokowi. Hanya saja, mereka belum secara otomatis menjatuhkan pilihan kepada Kubu 02.

Untuk menyiasati hal tersebut, lanjut dia, sangat tepat jika dimunculkan sosok seperti Rizal Ramli. Sebagai mantan menteri Jokowi, Rizal Ramli memiliki narasi yang cukup kuat untuk menunjukkan buruknya performa rezim saat ini.

"Nah munculnya Rizal Ramli sebenarnya cukup efektif untuk memberikan satu narasi informasi, injeksi informasi yang berkaitan dengan informasi-infromasi bahwa pemerintah saat ini sedang tidak oke," tuturnya.

Kubu Prabowo, lanjut dia, sebaiknya fokus untuk meyakinkan para pemilih mengambang agar tidak menjadi golongan putih (golput) dalam Pilpres 17 April nanti.

"Ketimbang swing voter ini golput, tentu mereka harus dimobilisasi sebagai bagian dari kepentingan dukungan 02," pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya