Berita

Ketua KPU Arief Budiman/RMOL

Politik

Sambangi Gedung Merah Putih, Pimpinan KPU Bahas LHKPN Dewan Dengan KPK

SENIN, 08 APRIL 2019 | 10:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Ketua KPU Arief Budiman dan bersama komisioner lain menyambangi Gedung Merah Putih KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/4). Kedatangan mereka untuk mengupdate perkembangan data pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Arief Budiman yang mengenakan batik warna coklat lengan panjang tiba sekitar pukul 09.52 WIB, setelah dua menit sebelumnya dua komisioner Pramono Ubaid Tantowi dan Ilham Saputra tiba. Adapun komisioner lain Evi Novida Ginting sudah datang lebih awal.

"Hari ini sebagaimana yang diatur dalam PKPU, kan KPU mengatur caleg-caleg yang sudah terpilih itu dalam waktu 7 hari setelah dinyatakan terpilih dia harus menyerahkan LHKPN, nah KPK melihat waktu yang tersedia 7 hari itu kan mepet, makanya KPK membuka ruang lebih panjang," kata Arief kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Senin (8/4).


Arief membantah akan membahas dugaan "serangan fajar" yang belakangan marak terjadi menjelang pencoblosan 17 April 2019. Namun, dia mengaku pembahasan mengenai politik uang terus dibahas oleh KPU.

"Enggak, secara spesifik kita enggak mengagendakan membahas itu (serangan fajar). Tapi diskusi tentang money politics itu selalu kita lakukan setiap saat," jelas Arief.

Bahkan, Arief juga menegaskan tidak akan membahas secara spesifik terkait dugaan serangan fajar yang mengarah kepada salah satu capres-cawapres. Menurutnya, KPU hanya akan membahas pelaporan LHKPN bagi pejabat negara DPR, DPD dan DPRD.

"Itu (pelanggaran money politic) berlaku untuk semua peserta pemilu, bukan hanya capres cawapres, ada partai politik. KPK kan juga meng-update data LHKPN. Nah, itu kita akan informasikan kepada publik update-nya seperti apa," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya