Berita

Foto: Net

Membangun Suksesi Damai

SENIN, 08 APRIL 2019 | 07:20 WIB

LEBIH dari 25 tahun yang lalu Lembaga Ketahanan Nasional NKRI telah meyakini bahwa membangun superioritas pemerintahan sipil itu sangat penting.

Pemimpin sipil yang dapat berasal dari kalangan militer, yang telah menyelesaikan tugas dan pengabdiannya di bidang militer.

Seleksi dalam memilih pemimpin telah berubah. Berubah dari semula daulah reinkarnasi ketuhanan, menjadi putra mahkota keturunan raja tua. Kemudian berlanjut menjadi hasil pemilihan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Terakhir adalah hasil Pilpres.

Terakhir adalah hasil Pilpres.

Suksesi dibangun menggunakan metoda demokratisasi. Metoda yang diharapkan terlaksana secara damai. Akan tetapi yang namanya suatu suksesi itu berdasarkan pengalaman perjalanan sejarah di Indonesia tidaklah senantiasa berlangsung secara damai.

Metoda suksesi menggunakan Pilpres secara langsung telah memenangkan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono selama dua periode masa kepemimpinan. Berlanjut ke Presiden Joko Widodo.

Periode jabatan dua kali kemudian menjadi batu ujian tentang perlunya kecukupan waktu dalam merealisasikan Amandemen UUD 1945.

Pada penghujung kampanye itulah kemudian muncul kembali pemikiran bahwa metode Pilpres telah menimbulkan ekonomi biaya transaksi yang sangat tinggi.

Akibatnya, sebagian orang terkesan berpaling dengan berpendapat bahwa seleksi suksesi lebih efisien apabila menggunakan metode musyawarah, bukan menggunakan metode memilih satu orang satu suara.

Keletihan menggunakan metode satu orang satu suara, itu misalnya sangat terasa ketika membangun partisipasi pembangunan nasional menggunakan pendekatan persatuan dan kesatuan pada proses kampanye Pilpres yang telah menimbulkan banyak tafsir.

Menimbulkan perasaan kengerian luar biasa bahwa Pilpres 2019 ini dikhawatirkan menimbulkan perpecahan bangsa. Sebab, Pilpres dilaksanakan bersamaan dengan Pileg dan memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah secara serentak.

Ketika peran arus utama media massa formal mempunyai imbangan alternatif, yaitu berkomunikasi menggunakan media sosial, maka kengerian terhadap potensi perpecahan bangsa berada di dasar pikiran tersembunyi yang paling dalam.

Gagasan depolitisasi, atau pun pengaturan pelibatan kegiatan politik praktis secara mengambang, pada kenyataannya pecah berkeping-keping oleh kekuatan berkomunikasi menggunakan media sosial.

Singkat kata, titik kritis dari persatuan dan kesatuan dalam membangun suksesi pemilu secara damai itu ditentukan oleh pilihan nilai-nilai yang secara normatif diyakini oleh setiap individu dan kelompok kepentingan.

Nilai-nilai itu yang menjelaskan tentang mengapa suatu kampanye dihadiri massa yang tumpah ruah, sekalipun media arus utama terasa berusaha keras membaurkan, bahkan berusaha membelokkan dan membalikkan keyakinan terhadap pilihan nilai-nilai yang bersifat normatif tersebut.

Kisah seekor burung pipit sibuk mememuntahkan air dari paruhnya yang sangat kecil dalam berusaha memadamkan panas api. Api yang menyala membakar Ibrahim. Api dinyalakan Raja Namrud.

Kisah itu berfungsi mengubah persepsi tanggung jawab perwakilan publik menjadi perjuangan perseorangan, yang menggelora.


Sugiyono Madelan
Peneliti INDEF dan pengajar Universitas Mercu Buana.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya