Berita

Diduga Relawan Projo Rencanakan kecurangan/Repro

Politik

Diduga Relawan Projo Rencanakan Kecurangan Di Arab Saudi, WNI Bisa Nyoblos Tanpa KTP

SENIN, 08 APRIL 2019 | 02:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Belum habis soal isu ketidaknetralan Kementerian Luar Negeri dalam mengawal Pemilu, jagad media sosial dihebohkan dengan kemunculan sebuah video tentang ajakan memilih di Pemilihan Presiden 2019 dengan cara yang janggal.

Video berdurasi sekitar 2 menit 19 detik yang beredar di aplikasi Whatsapp dan Youtube itu berisi ajakan nyoblos yang tidak sesuai dengan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak penyelenggara Pemilu.

Melalui pengeras suara, seorang pria yang belum diketahui identitasnya menyerukan kepada warga negara Indonesia di luar negeri untuk ikut nyoblos pasangan Jokowi-Maruf meski tak memiliki kartu identitas.


"Jagan karena tidak ada identitas, kawan-kawan mengurungkan niatnya untuk datang memberikan dukungan kepada Bapak Jokowi. Untuk itulah saya harap kawan-kawan yang hadir di sini untuk menyampaikan dari mulut ke mulut kepada semua pekerja migran di Indonesia untuk tetap datang ke TPS yang ada," tutur seorang lelaki dalam video yang beredar, Minggu (8/4).

Diduga, lelaki tersebut adalah simpatisan pendukung paslon nomor urut 01. Hal itu diperkuat dengan tulisan 'Projo' dan gambar Jokowi di mimbar.

Tulisan 'Pro Jokowi Saudi Arabia' juga terpampang jelas di poster besar di belakang laki-laki tersebut.

Saat berpidato, laki-laki yang mengenakan jaket gelap ini terang-terangan menyebut syarat-syarat yang harus dipenuhi pemilih. Seperti halnya fotokopi kartu keluarga, fotokopi paspor, fotokopi KTP.

"Bagaimana yang hanya punya SPLP (surat perjalanan laksana paspor)? Mungkin omongan ini saya harap tidak dibocorkan keluar bagi yang punya SPLP," tegasnya.

Pidato makin ganjil saat laki-laki tersebut menyebut partai PDIP sebagai 'jembatan' bagi WNI yang tak memiliki identitas.

"PDI Perjuangan telah menyusun strategi bagi yang enggak punya identitas, hanya mempunyai SPLP tetap diarahkan untuk datang setelah Magrib secara bersama-sama," imbuhnya.

Di sisi lain, saksi di TPS luar negeri juga memiliki 'tugas' memastikan pemilih yang tak punya identitas untuk tetap bisa mencoblos.

"Untuk itulah, pesan yang bisa disampaikan, saya harap kawan-kawan tetap semangat, apakah siap untuk memenangkan Pak Jokowi di 2019?" tandasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya