Berita

Kampanye Akbar Prabowo-Sandi/Net

Politik

Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Inklusif Sesuai Saran SBY

MINGGU, 07 APRIL 2019 | 19:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Saran Ketua Umum Partai Demokrat agar Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar inklusif telah ditunaikan dengan baik.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon mengaku belum melihat saran SBY yang disampaikan ke kader Demokrat melalui surat itu. Namun demikian, dia memastikan perintah agar kampanye digelar inklusif sudah dilaksanakan dengan baik.

"Saya belum lihat, tapi kalau kita lihat secara umum, kampanye akbar ini sangat inklusif. Semua latar belakang ada," kata Fadli Zon kepada wartawan di GBK, Jakarta, Minggu (7/4).


Inklusivitas pada acara Kampanye Akbar 02 sangat kental terasa. Bahkan, kata Fadli, semua pemuka agama turut mendoakan dan memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

"Latar belakang agama, kita tadi juga lihat ada sambutan dari tokoh-tokoh agama. Tidak hanya dari kalangan ulama habaib, tapi ada dari tokoh agama Kristen, agama Hindu, agama Budha. Itu menunjukkan bahwa kita ini adalah Indonesia raya. Kita ini bagian dari NKRI yang tidak terpisahkan," tegasnya.

Tak hanya itu, Fadli juga mengaku kagum dengan antusias semangat nasionalisme dari massa pendukung Prabowo-Sandi yang telah mengibarkan bendera Merah Putih raksasa saat acara berlangsung.

"Bahkan ada bendera Merah Putih raksasa tadi yang bergerak dari orang ke orang. Itu menunjukkan bahwa kampanye akbar ini adalah kampanye Merah Putih. Karena itu, tuduhan-tuduhan yang lain, saya rasa akan mental dengan sendirinya," tutur Fadli.

Lebih lanjut, Fadli justru beranggapan politik adu domba itu kerap diciptakan dan dipertontonkan secara telanjang oleh kubu petahana. Sebab, lanjut dia, yang menciptakan gap antara pro pancasila atau pro khilafah digulirkan oleh pendukung Jokowi-Maruf.

"Ini menurut saya upaya untuk menciptakan kontradiksi-kontradiksi Pancasila dengan Khilafah dan sebagainya itu bagian dari politik pecah belah dan adu domba. Itu sayang sekali, dilakukan oleh penguasa petahana sekarang. Mereka tidak mengerti konsep NKRI. Mereka yang merupakan tokoh-tokoh pemecah belah," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya