Berita

Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Kerap Diejek Soal "Bocor" Anggaran, Prabowo: KPK Yang Bilang

MINGGU, 07 APRIL 2019 | 15:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto telah berulang kali mengungkapkan kebocoran uang negara yang mengalir ke luar negeri mencapai ribuan triliun. Namun, ungkapannya itu seolah hanya menjadi isapan jempol bagi pemerintah dan para pendukungnya.

Dihadapan jutaan massa Kampanye Akbar paslon nomor 02 di Stadion GBK, Prabowo kembali membeberkan ribuan triliun uang negara yang bocor itu.

Menurut Praboowo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membenarkan kebocoran uang negara tersebut. Bahkan, temuan KPK lebih besar dari apa yang sering diungkapkan Ketum Gerindra itu.


"Selama ini Prabowo mengatakan 1000 triliun hilang, KPK mengatakan 2000 triliun hilang. Tiga hari yang lalu KPK mengatakan yang bocor itu 2000 tirliun rupiah," ungakap Prabowo kepada jutaan masaa di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (7/4).

Tak hanya itu, Prabowo juga kerap kali mendapat tudingan dan tuduhan terkait ungkapan kebocoran uang negara ribuan triliun. Bahkan, ia sering mendapat ejekan dari pemerintah terkait temuannya tersebut.

Namun, lanjut Prabowo, akhirnya masyarakat melihat dan menyaksikannya dengan mata kepala mereka sendiri bahwa memang benar harta kekayaan negara mengalami kebocoran hingga ribuan triliun akibat diduga korupsi.

"Saudara-saudara sekalian, Prabowo Subianto sudah berapa belas tahun keliling Indonesia dan mengatakan bahwa kekayaan Indonesia diambil keluar dari Indonesia, tapi elite Indonesia selalu tidak membantah, tidak menyanggah, tapi mengejek. Ditanaya, mana buktinya? tahu-tahu tiga hari yang lalu KPK mengatakan yang bocor itu 2000 tirliun rupiah," demikian Prabowo.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya