Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Survei Terbaru NCID, Prabowo Unggul 18,2 Persen Dari Jokowi

SABTU, 06 APRIL 2019 | 22:52 WIB | LAPORAN:

Tingkat elektabilitas capres Prabowo Subianto unggul jauh di atas rivalnya petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu sebagaimana hasil penelitian terbaru Nurjaman Center for Indonesia Democracy (NCID).

Menurut Direktur Eksekutif NCID Jajat Nurjaman, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan, ditemukan tingkat elektabilitas Prabowo unggul 18,2 persen.


"Yakni Jokowi hanya 40,03 persen sementara Prabowo peroleh 58,23 persen. Dan yang tidak mau menjawab 1,74 persen," katanya kepada wartawan, Sabtu (6/4).

Jajat menjelaskan, elektabilitas Prabowo meningkat drastis setelah masyarakat melihat debat pilpres putaran ke empat lalu. Selain itu, keunggulan ditopang efek kampanye terbuka yang selalu berhasil menarik banyak elemen masyarakat untuk berpartisipasi. Sehingga, penampilan Prabowo dalam debat ke empat juga berhasil dikonversi ke penambahan angka elektabilitas.

"Ketegasan dan kelugasannya dalam menyampaikan gagasan dan pesan dalam debat. Kemudian juga mulai mengambil posisi ofensif seolah menjadi pendorong bagi pemilih yang selama ini belum menentukan sikap. Selain itu tentu saja efek dari kampanye terbuka yang massif berpengaruh positif bagi elektabilitasnya," paparnya.

Survei NCID digelar pada 31 Maret sampai 2 April lalu terhadap 632 responden yang mewakili 34 provinsi. Responden dipilih secara acak bertingkat dengan metode pengumpulan data melalui wawancara tatap muka menggunakan kuisioner. Hasil survei mendapati tingkat kesalahan kurang lebih 3,9 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya