Berita

Anggota MPR RI Ahmad Zainuddin/Net

Politik

MPR Sayangkan Konten Negatif Masih Ramai Jelang Pemilu

SABTU, 06 APRIL 2019 | 21:46 WIB | LAPORAN:

Munculnya isu yang memperdebatkan Pancasila sebagai ideologi bangsa menjelang Pemilu 2019 sangat disesalkan.

Sebab, Pancasila sebagai ideologi bangsa sudah final seharusnya tidak menjadi bahan perdebatan bagi dua kubu pasangan capres.

"Seharusnya Pancasila tidak perlu lagi menjadi bahan perdebatan, sudah final. Perdebatan kita seharusnya tentang kemajuan. Bagaimana bangsa ini maju dalam percaturan global," jelas anggota MPR RI Ahmad Zainuddin saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan warga Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta, Sabtu (6/4).


Menurutnya, masih ada konten perbincangan antar dua kubu pasangan capres di masyarakat sebenarnya tidak substansial dan konstruktif bagi visi kemajuan bangsa. Seharusnya, konten-konten perbincangan dan perdebatan yang ditampilkan kubu pasangan capres berisi konten konstruktif terkait visi besar Indonesia menjadi negara maju.

"Salah satunya perbincangan soal Pancasila dibenturkan dengan Islam atau khilafah, ini Pancasilais yang lain tidak. Ini tidak produktif. Hubungan Pancasila dan Islam sudah final, tidak ada pilihan lain. Sekarang bagaimana mengembalikan Indonesia sebagai macan Asia," ujar Zainuddin.

Selain itu, masyarakat juga perlu memahami empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Zainuddin menambahkan, pemahaman yang baik tentang empat pilar kebangsaan seyogiayanya dapat mendorong kelompok milenial berpartisipasi aktif dalam pemilu. Jika partisipasi kelompok milenial terhadap pemilu rendah artinya menunjukkan pemahaman mereka tentang empat pilar Kebangsaan juga masih rendah.

"Kelompok milenial ini paling rentan kena dampak globalisasi dan cenderung tidak peduli dengan politik. Karena itu kuncinya di empat pilar ini. Paham empat pilar bisa mendorong mereka untuk aktif dalam pembangunan politik kita, terutama pemilu," imbuhnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya