Berita

Juru Debat BPN Indra/RMOL

Politik

Terkesan Dibenturkan Dengan Kartini Run, BPN Yakin Kampanye Akbar Berjalan Damai

SABTU, 06 APRIL 2019 | 18:31 WIB | LAPORAN:

Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengkritisi Yayasan Kemala Bhayangkari yang menggelar lomba lari Kartini Run 2019.

Pasalnya, kegiatan itu digelar dalam waktu bersamaan dengan kampanye akbar pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Minggu besok (7/4).

"Kami cukup menyayangkan. Kan Hari Kartini masih lama kenapa diselenggarakan di waktu yang bersamaan," kata Juru Debat BPN Indra kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (6/4).


Kartini Run 2019 mengambil rute dari Mapolda Metro Jaya ke Monumen Nasional, sedangkan kampanye Prabowo-Sandi terpusat di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Indra yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menduga gelaran kegiatan Kartini Run untuk memancing emosi massa pendukung Prabowo-Sandi.

"KPU juga katanya akan bikin acara juga, menghadirkan banyak massa juga. Kenapa kesannya mau dibenturkan," katanya.

"Padahal kita tahu insya Allah pendukung Prabowo-Sandi akan tumpah ruah, kok di waktu yang bersamaan. Tambah lagi Hari Kartini masih jauh, kenapa sekarang, kenapa tidak tanggal 21 nanti. Jujur kami sangat menyayangkan itu," lanjut Indra.

Meski demikian, Indra mengaku pihaknya tetap berpikiran positif. Untuk itu, diharapkan kampanye Prabowo-Sandi dapat berlangsung dengan aman dan damai tanpa ada gangguan.

Dia pun mengimbau semua pendukung Prabowo-Sandi yang hadir dalam kampanye nanti untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Sebagaimana umat Islam yang hadir dalam Aksi 411, 212, dan Reuni 212.

"Kalaupun ada upaya umpama membenturkan insya Allah saya punya keyakinan dan harapan bahwa pendukung Prabowo-Sandi bisa menjaga diri," pungkas Indra.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya