Berita

Syahganda Nainggolan (baju biru)/RMOL

Politik

Kecenderungan Prabowo Unggul 51 Persen Di Pulau Jawa Lebih Masuk Akal

SABTU, 06 APRIL 2019 | 15:46 WIB | LAPORAN:

. Ada dua kemungkinan yang terjadi pada 27 April nanti mencermati fakta dan temuan data dalam survei lembaga riset Sabang-Merauke Institute (SMI).

Pertama, petahana Joko Widodo akan meraih elektabilitas 50 persen lebih kalau undecided voters mengalir sebagiannya kepada paslon 01.

Namun, Wakil Direktur bidang Riset SMI, Syahganda Nainggolan, menagatakan, setelah hampir 5 tahun Jokowi berkuasa, dia harus mampu menunjukkan sesuatu yang spektakuler dalam kebijakannya dan pemenuhan janji-janji politiknya di masa lalu.


"Mungkinkah sementara waktu tinggal 10 hari?" ujar Syahganda dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4).

Kedua, penantang Prabowo Subianto akan unggul 51 persen di Pulau Jawa. Dengan asumsi yang terjadi di berbagai pertarungan antara petahana (incumbent) vs oposisi (penantang), undecided voters sejatinya adalah penolak petahana yang belum menjawab dengan dua alasan, yakni Trump Shy, sebuah istilah fenomena malunya pemilih mendukung seseorang yang populis seperti Donald Trump di Pemilu Presiden AS 2016; dan ketakutan diidentikasi anti pemerintah.

Jelas Syahganda, keyakinan atas dua pilihan di atas bagi orang politik, harus dilihat dari antusiasme rakyat dalam kampanye yang berlangsung. Apakah rakyat lebih antusias dalam mendatangi kampanye Jokowi atau Prabowo? Di lapangan dari rangkaian kampanye yang sedang berlangsung, ternyata kampanye Jokowi sepi sedangkan kampanye-kampanye Prabowo dihadiri lautan manusia.

"Artinya, kecenderungan Prabowo unggul 51 persen di Jawa lebih masuk akal," ungkapnya.

Hasil survei SMI yang dirilis hari ini: elektabilitas paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin 49,32 persen, paslon urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 42,71 persen, sementara undecided voters atau pemilih yang belum memutuskan sebesar 7,97 persen.

Survei SMI dilakukan tersebar di enam provinsi pulau Jawa, meliputi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Banten pada 26 Maret sampai 2 April 2019

Teknik penarikan sampel dengan menggunakan teknik menggunakan multistage random sampling dimana stage pertama adalah dapil (daerah pemilihan) di seluruh pulau Jawa, stage kedua adalah kabupaten/kota yang dipilih secara random pada masing-masing dapil.

Jumlah sampel adalah sebesar 600 responden yang diambil secara proporsional di semua dapil. Margin error yang digunakan adalah 4 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya