Berita

Joko Widodo (tengah)/Net

Politik

PILPRES 2019

Survei SMI: Pemilih Jokowi Yang Lebih Banyak Membelot

SABTU, 06 APRIL 2019 | 15:13 WIB | LAPORAN:

. Pemilih Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 dan akan memilih lagi pada Pilpres 2019 sebesar 85,84 persen. Angka itu lebih besar ketimbang pemilih Joko Widodo 81,09 persen.

Demikian hasil survei yang dilakukan lembaga riset Sabang-Merauke Institute (SMI) yang dilaksanakan pada 26 Maret sampai 2 April 2019. Survei hanya dilakukan di pulau Jawa yang merupakan medan pertempuran (battleground) politik Indonesia.

Wakil Direktur bidang Riset SMI, Syahganda Nainggolan mengatakan, soal pemilih yang imigrasi atau berpindah, migrasi pemilih dari pemilih Jokowi ke Prabowo lebih besar.


"Migrasi pemilih dari pemilih Jokowi ke Prabowo mencapai angka 13,45 persen, lebih besar dari migrasi pemilih Prabowo ke Jokowi yang mencapai angka 11,62 persen," ujar Syahganda dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4)..

Sementara pemilih Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2014 yang belum memutuskan akan memilih siapa pada Pilpres 2019, masing-masing 2,44 persen dan 5,45 persen.

Hasil survei SMI: elektabilitas paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin 49,32 persen, paslon urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 42,71 persen, sementara undecided voters atau pemilih yang belum memutuskan sebesar 7,97 persen.

Survei SMI dilakukan tersebar di enam provinsi pulau Jawa, meliputi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Banten. Teknik penarikan sampel dengan menggunakan teknik menggunakan multistage random sampling dimana stage pertama adalah dapil (daerah pemilihan) di seluruh pulau Jawa, stage kedua adalah kabupaten/kota yang dipilih secara random pada masing-masing dapil.

Jumlah sampel adalah sebesar 600 responden yang diambil secara proporsional di semua dapil. Margin error yang digunakan adalah 4 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya