Berita

Syahganda Nainggolan (baju biru)/RMOL

Politik

Survei SMI: Pulau Jawa, Jokowi-Maruf 49,32 Persen Dan Prabowo-Sandi 42,71 Persen

SABTU, 06 APRIL 2019 | 14:35 WIB | LAPORAN:

. Selisih tingkat elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin dengan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno semakin tipis. Yakni hanya sebesar 6,61 persen.

Demikian hasil survei yang dilakukan oleh lembaga riset, Sabang-Merauke Institute (SMI) yang dilaksanakan pada 26 Maret sampai 2 April 2019. Survei hanya dilakukan di pulau Jawa yang merupakan medan pertempuran (battleground) politik Indonesia.

Wakil Direktur bidang Riset SMI, Syahganda Nainggolan mengatakan, tingkat elektabilitas Jokowi-Maruf masih unggul dengan 49,32 persen sementara Prabowo-Sandi 42,71 persen.


"Dan yang belum memutuskan 7,97 persen," ujar Syahganda dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4).

Ada beberapa alasan responden memilih kedua paslon itu. Jokowi-Maruf dipilih karena kerja nyata yang dirasakan (47,32 persen); merakyat (29,46 persen); sederhana dan jujur (16,07 persen); serta membangun infrastruktur dengan sangat masif (7,14 persen).

Sementara alasan responden memilih Prabowo-Sandi adalah menginginkan perubahan (45,05 persen); tegas dan berwibawa (36,94 persen); kecewa dengan kondisi perekonomian hari ini (13,51 persen); serta Islami dan pilihan ulama (4,50 persen).

Survei SMI melibatkan 600 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Mereka dipilih secara proporsional di daerah pemilihan (dapil) di Pulau Jawa. Adapun margin of error dari survei ini adalah 4 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Ada pemandangan unik sebelum pemaparan survei. Demi menjaga kepercayaan publik, Syahganda yang juga aktivis senior ini menyampaikan sumpah di bawah kitab suci Alquran. Isi dari sumpah itu adalah memastikan kalau dia tidak sedikitpun memanipulasi angka yang dipaparkan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya