Berita

Direktur Riset Populi Center, Usep S. Akhyar/RMOL

Politik

Pidato Prabowo Harus Menang Selisih 25 Persen Untuk Menjaga Militansi

SABTU, 06 APRIL 2019 | 13:27 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang meminta kepada pendukungnya agar meraih kemenangan selisih suara 25 persen adalah pesan kepada relawan untuk tetap militan.

Begitu pandangan Direktur Riset Populi Center, Usep S. Akhyar di sela-sela diskusi publik dengan tema "Bisakah Menjaga Politik Uang" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4).

"Saya kira dalam kampanye, caleg atau orang berkompetisi dalam politik mengatakan demikian itu kan bagus untuk meningkatkan militansi pemilihnya. Jadi politisi ngomong itu ada kepentingannya, agar lebih bekerja keras lagi agar menang besar," kata Usep.


Cara yang sama untuk menumbuhkan semangat militansi para relawan saat BPN Prabowo-Sandi yang ramai-ramai membantah hasil beberapa lembaga survei.

"Biasa saja untuk meningkatkan elektabilitas, lalu meningkatkan militansinya, lalu mengajak agar menjadi loyal voters," jelas Usep.

Di sisi lain, Usep menggarisbawahi soal kritik tim BPN Prabowo-Sandi melalui narasi-narasi yang seolah tidak percaya dengan penyelenggaraan Pemilu. Menurutnya memang demokrasi ada ruang mengkritik namun tetapi harus didasari dengan fakta-fakta yang ada.

"Demokrasi Pemilu kita harus dikritik ya iya, tapi kalau kemudian berbicara tidak dengan fakta dan seterusnya, saya kira harus segera diantisipasi oleh aparat keamanan, penyelenggara Pemilu, agar bagaimana pemilu ini menjadi baik dan menghasilkan calon yang punya integritas tinggi," pungkas.

Prabowo mengatakan paslon 02 harus menang dengan angka yang sangat besar, selisih 25 persen.

"Kita harus menang dengan selisih 25 persen. Karena siap akan dicuri sekian belas persen. Hanya itu usaha kita," ujar Prabowo saat berpidato dalam acara Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni & Aktivis Kampus Indonesia di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (5/4) kemarin.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya